DO NOT MISS
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi & Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi & Bisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Oktober 2015

Tantangan Besar yang Dihadapi Pasar Tradisional

Pasar Tradisional / Tegar News
JAKARTA, TEGARNEWS.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) merilis pernyataan bahwa telah terjadi penurunan daya beli masyarakat khususnya yang terjadi pada pedagang pasar tradisional sejak beberapa bulan lalu.

Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Mansuri, SH kepada Tegar News mengatakan bahwa sejak sebelum kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebenarnya telah terjadi tren penurunan daya beli masyarakat yang dirasakan oleh pedagang pasar tradisional. Situasi tersebut merata diseluruh Indonesia.

Selain itu, peningkatan daya beli pada akhir Ramadhan lalu tidak berlangsung lama karena dibarengi dengan tren kenaikan harga yang melambung dan tak kunjung turun. Hal tersebut memicu kembali terjadinya penurunan daya beli masyarakat yang berlanjut hingga hari ini.

“Pedagang pasar tradisional berpotensi menghadapi kerugian yang besar bila tidak segera memutar otak agar tetap bisa menggerakan roda ekonomi keluarga mereka,” jelasnya, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Oleh karena itu, lanjut Abdul, DPP IKAPPI menilai saat ini pasar tradisional tengah menghadapi tiga tantangan besar yang harus segera disikapi. Tiga tantangan tersebut adalah, terjadinya penurunan daya beli masyarakat yang terjadi pasca kenaikan BBM beberapa bulan yang lalu dan disertai dengan melemahnya rupiah pada akhir-akhir ini yang berakibat pada penurunan daya beli masyarakat.

“Situasi ini jelas merupakan situasi yang sulit bagi kami para pedagang pasar tradisional. Penurunan daya beli masyarakat mengakibatkan pedagang pasar tradisional harus mengurangi stok. Terutama bagi pedagang yang menjual barang dagangan yang tidak bisa bertahan lama seperti sayuran, daging, buah dan lainnya. Selain itu belanja modal yang harus dikeluarkan oleh pedagang pun bertambah karena harga berbagai komoditas yang pedagang terima memang sudah tinggi,” tambahnya.

Tantangan yang kedua adalah minimnya peran serta pemerintah dalam mempersiapkan pasar tradisional dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Abdul menyatakan bahwa sepertinya pemerintah kurang optimal dalam mempersiapkan pasar tradisional dalam menghadapi tantangan ini. SDM pedagang dan pengelola pasar minim pemberdayaaan. Sampai saat ini langkah yang terlihat hanya sebatas merevitalisasi bangunan fisik pasar tradisional saja, namun SDM-nya kurang mendapatkan perhatian.

“Bila pemerintah abai terhadap peningkatan dan pemberdayaan SDM pedagang dan pengelola pasar tradisional, kami agak pesimis dalam menatap tantangan pasar bebas ASEAN tersebut,” terangnya lagi.

Terakhir, lanjutnya, adalah marak terjadinya pelemahan fungsi dan peran pasar tradisional. Tingginya angka kebakaran pasar tradisional yang hampir menembus angka 200 kasus kebakaran, penggusuran paksa terhadap pedagang pasar maupun PKL, ekspansi ritel modern yang sudah melampaui batas kewajaran hingga kampanye negatif yang terus menyasar ke pasar tradisional disadari atau tidak telah melemahkan fungsi dan peran pasar tradisional sebagai benteng ekonomi nasional.

“Didasari oleh realitas diatas, penting bagi IKAPPI untuk segera membangun kesadaran kolektif dalam melindungi pasar tradisional. Pedagang pasar tradisional harus segera mengkonsolidasikan diri secara nasional untuk menghadapi berbagai isu dan tantangan besar kedepan,” katanya.

Ketum DPP IKAPPI juga menekankan bahwa pedagang pasar tradisional tidak boleh sekedar menjadi objek pembangun dan perubahan.

Editor: SB Budi W

Menkop dan UKM Membuka Acara Rapimnas IKAPPI 2015

foto tegarnews
Menkop dan UKM Pemukulan Gong sebagai Digelarnya Rapimnas IKAPPI 2015 / Tegar News
JAKARTA, TEGARNEWS.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang hadir diawali dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya pembukaan acara Rapimnas IKAPPI yang bertemakan "Membangun Kesadaran Kolektif dalam Melindungi Pasar Tradisional" 2015 di Ballroom Cempaka, Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat pada Kamis (15/10/2015).

Kehadiran salah satu anggota Kabinet Kerja ini memberikan beberapa pernyataan yang membawa dampak kesejukan dihati seluruh peserta yang hadirin dalam acara Rapimnas IKAPPI.

Dalam sambutannya, Menkop dan UKM mengisahkan masa kecilnya yang besar di lingkungan pasar tradisional , di Denpasar, Bali. Dengan kisahnya tersebut ia mengatakan bahwa ia sangat bersedia untuk selalu membantu agar eksistensi pasar tradisional semakin kokoh di bumi Indonesia.

Terkait krisis ekonomi, Puspayoga menyatakan bahwa hanya pedagang tradisional saja yang tidak terpengaruh dengan krisis ekonomi didalam negeri selama ini.

tegarnews
Pidato Menko dan UMKM Rapimnas IKAPPI 2015 / Tegar News
Menkop dan UKM yakin dengan jabatannya sekarang ini ia dapat memberikan sumbangan pemikiran dan perbuatan untuk menyelamatkan pasar tradisional di seluruh Indonesia. Bahwa akan terealisasi di awal 2016 seluruh pengusaha kecil di Indonesia akan menunggu sepak terjang dalam memeratakan kesejahteraan rakyat.

"saya seratus persen mendukung kampanye IKAPPI yang berbunyi Ayo Belanja di Pasar Tradisional," lanjut Puspayoga dengan sambutan gegap gempita tepuk tangan seluruh yang hadir.

Sejak awal masa jabatannya sebagai Menteri Koperasi dan UKM ia akhirnya bisa mendapatkan persetujuan untuk membalikkan keadaan, yaitu bunga kredit 12% bagi pedagang kecil dan bunga kredit 22% bagi investor.

Namun hal ini masih tidak memuaskan Puspayoga dalam misinya melakukan pemerataan kesejahteraan, sehingga ia memberikan sebuah janji di depan forum Rapimnas IKAPPI 2015 .

"awal tahun 2016 nanti, bunga kredit bagi pengusaha kecil akan turun lagi menjadi 9%," tegasnya.

Puspayoga memohon dukungan serta doa tulus dari seluruh pedagang pasar tradisional agar apa yang sedang diusahakannya demi memeratakan kesejahteraan rakyat dapat terwujud dengan sempurna.

Klik Tantangan IKAPPI

Editor: SB Budi W





Selasa, 13 Oktober 2015

Rupiah Melewati Level 13.500 / USD

Ilustrasi -  Tegar News / Foto : SB Budi W
JAKARTA, TEGARNEWS.com - Mengutip data Bloomberg, Selasa (13/10/2015), gerak mata uang Merah Putih pagi ini dibuka melemah ke level Rp13.471 per USD jika dibandingkan dengan penutupan kemarin di posisi Rp13.408 per USD.

Pergerakan nilai tukar rupiah pada pagi ini kembali melemah. Setelah sempat menembus level Rp13.400 per USD, kini rupiah kembali menanjak ke Rp13.500 per USD.

Namun, tak beberapa lama, rupiah melemah hingga mencapai 103 poin atau setara 0,77 persen ke posisi Rp13.511 per USD. Rentang gerak rupiah pagi ini berada di level Rp13.471-Rp13.544 per USD.

Editor : SB Budi W

Kamis, 08 Oktober 2015

Dolar Terus Tertekan Rupiah

Ilustrasi / tegarnews.com
JAKARTA, TEGARNEWS.com - NH Korindo Securities Indonesia memperkirakan kurs tengah Bank Indonesia nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Jumat (9/10/2015) bergerak di kisaran Rp Rp13.779- Rp14.000.

Kepala Riset NHKSI Reza Priyambada mengatakan penguatan yang terjadi pada kurs tengah rupiah dalam beberapa hari terakhir ini tentunya diharapkan masih dapat berlanjut, jika sentimen yang ada masih cukup mendukung.

“Meski rawan aksi ambil untung, jika pun terjadi pelemahan tidak akan terlalu dalam,” kata Reza dalam risetnya.

Apalagi, ujarnya, laju indeks dolar AS cenderung sedang tertekan, sehingga diharapkan laju kurs tengah rupiah dapat memanfaatkan kondisi tersebut. Sehingga tren kenaikan belum akan terpatahkan.

“Tetap harus dapat menyesuaikan dengan riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar,” kata Reza.

Laju rupiah di atas target resisten 13.950.

SUMBER: Bisnis.com
EDITOR: SB BUDI W

Senin, 28 September 2015

Pengusaha Muda Lampung Tengah Dukung Mudiyanto-Musa

Joni Desmara, 
Pengusaha Muda Lamteng

GUNUNG SUGIH, TEGARNEWS.com - Perlahan tapi pasti, dukungan publik terhadap pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah (Lamteng) bernomor urut 4 Mudiyanto Thoyib-Musa Ahmad menguat. 

Setelah sebelumnya resmi terdaftar sebagai calon independen yang mendapat dukungan 170 ribu  masyarakat Lamteng, kini beberapa pengusaha muda mulai merapat dan mendukung secara terbuka Mudiyanto-Musa.

"Mudiyanto-Musa akan mampu membuat kondusif iklim investasi dan usaha di Lampung Tengah. Sepanjang pengamatan kami, rekam jejak mereka berdua selama pernah menjabat Bupati dan Wabup tahun 2005 sampai 2010 yang lalu, bisa membuat nyaman investor dan para pelaku bisnis," ujar pengusaha muda Joni Desmara, kepada Tegar News, Senin (28/9/2015).

Pengusaha muda yang bergerak di bidang pertanian, peternakan dan agribisnis tersebut, dalam waktu dekat ini berencana akan mengkonsolidasikan para pengusaha muda dan pelaku ekonomi di Lamteng untuk urun rembug program ekonomi kerakyatan yang harus dijalankan oleh Mudiyanto-Musa bila terpilih menjadi kepala daerah mendatang.

"Kami tak mau memberikan check kosong kepada Mudiyanto-Musa bila menjabat nanti. Melalui rekomendasi program ekonomi kerakyatan yang kami tawarkan, akan menjadi basis pijakan pembangunan selama lima tahun," kata pria muda penghobi sepakbola dan bulutangkis tersebut.

Secara khusus, Joni menyentil masalah perizinan dunia usaha, yang semestinya prosesnya cepat, murah dan tidak memberatkan kalangan dunia usaha. Dengan proses perizinan yang efisien, akan mampu mendinamisir akselerasi pembangunan dan kemajuan ekonomi masyarakat Lamteng.

"Mari kita bergerak memenangkan Mudiyanto-Musa di Pilbup Lamteng 9 Desember 2015 mendatang dengan cara-cara yang santun, elegan dan berbudaya. Hindari pola dan cara yang tak beradab, misalnya kampanye hitam, politik uang dan manipulasi suara. Insya Allah, bersama Mudiyanto-Musa, rakyat Lamteng akan bersatu, maju dan sejahtera!" pungkasnya.

PENULIS: RICKY TAMBA

Sabtu, 26 September 2015

Indonesia Masuk TOP-5 Tujuan Investasi Asia Pasifik

Presiden Indonesia Joko Widodo sedang menyampaikan presentasi dalam acara forum kerja sama Indonesia-China di Gedung Balai Rakyat, Beijing, Cina pada 27 Maret 2015. Indonesia merupakan negara tujuan investasi nomor 2 investor dari China. REUTERS/Feng Li
JAKARTA, TEGARNEWS.com -Indonesia ternyata masih menjadi target investor, terutama yang berasal dari Asia. Minat investasi yang tinggi datang dari China, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan; demikian ditunjukkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Bahkan data The Economist menyebutkan untuk tahun 2015 Indonesia berada di peringkat kedua tujuan investasi Asia Pasifik, setelah China.

Tabel : Skor Peringkat Prioritas Investasi
Sumber : The Economist
Adapun untuk dana investasi asing secara langsung (foreign direct investment, FDI), besarannya ditunjukkan data United Nations Conference On Trade And Development (UNCTAD). Sepanjang tahun 2014, FDI ke Indonesia mencapai $22 miliar—di mana Indonesia berada di posisi kelima paling besar di kawasan Asia.

Apa penyebab kabar baik ini?

Populasi yang besar dan sebagian besar merupakan usia produktif merupakan dua faktor utama yang membuat Indonesia menjadi pasar potensial di mata investor. Data Population Reference Bureau 2014 menunjukkan Indonesia berada di peringkat keempat populasi terbesar sejagat dengan rata-rata pertumbuhan jumlah penduduk mencapai 21 persen dalam 10 tahun terakhir. 

Tambahan lagi, laporan World Population ProspectsPBB telah memproyeksikan Indonesia akan menikmati “bonus demografi” dalam periode 2015-2030. Bonus demografi adalah kondisi di mana jumlah penduduk produktif lebih besar daripada jumlah penduduk non produktif, sehingga berpotensi mendorong tingkat konsumsi suatu negara.

Rep. Sisca
Red. SB Budi W

Keseriuasan BI Belum Optimal Melemahnya Rupiah

Ilustrasi / tegarnews.com
JAKARTA, TEGARNEWS.com - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat disebabkan kinerja Bank Indonesia (BI) yang belum optimal terutama kebijakan suku bunga acuan (BI Rate).

Menurut Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun, anjloknya nilai mata uang rupiah terhadap dolar akan berdampak kepada dunia usaha. Bahkan, tak menutup kemungkinan akan ada gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di kalangan industri yang menggunakan bahan baku impor.

"Kita ingatkan BI supaya serius, ini bukan saatnya lagi tahan BI rate tinggi, karena kalau ditahan, dunia usaha akan tercekik, akibatnya melakukan PHK sebagai pilihan," ujar Misbakhun di Jakarta, Sabtu (26/9).

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, adanya PHK karena sebagai langkah tengah bagi dunia usaha karena produksinya yang tidak menguntungkan karena daya beli masyarakat yang menurun, sedangkan biaya barang baku impor.

Terlebih saat ini, rupiah telah menembus Rp 14.700 per dolar AS mengakibatkan nilai bahan baku impor makin mahal.
"Satu-satunya pengusaha melakukan rasionalisasi terhadap jumlah karyawan yang dimiliki, mereka harus mengurangi biaya dan produksinya. Ini yang kita khawatirkan bersama," jelasnya.

Red. SB BUDI W

Sabtu, 19 September 2015

Memahami Biaya Memiliki Mobil

ilustrasi / Tegarnews.com
JAKARTA,TEGARNEWS.com - Membeli mobil pasti akan menambah alokasi di pos pengeluaran Anda. Sebelum terburu-buru membeli mobil, ada baiknya Anda pahami berapa total biaya kepemilikan mobil yang Anda incar.

Harga Mobil
Harga mobil adalah harga yang Anda bayarkan kepada dealer atau penjual, diluar biaya pajak dan lainnya.

Biaya Pajak
Pembelian mobil menimbulkan kewajiban pajak seperti biaya Pajak Kendaraan Bermotor yang harus dibayarkan setiap tahun serta BBN Kendaraan Bermotor yang dibayarkan setiap periode 5 tahun.

Biaya Bensin, Parkir, danTol
Selama mobil Anda masih menggunakan BBM, maka setiap bulan Anda harus menganggarkan untuk biaya bensin. Jangan lupa anggarkan untuk biaya parker serta tol, tergantung kebutuhan Anda.

Biaya Perbaikan dan Perawatan
Untuk mobil baru, dealer biasanya memberikan garansi servis untuk beberapa kilometer tertentu atau hingga tahun keberapa. Namun, pahami bahwa biaya ini umumnya diluar biaya pembelian oli atau tambahan aksesoris lainnya.

Biaya Asuransi
Berani membeli mobil harus berani membeli asuransi mobil. Jika Anda membeli secara kredit, umumnya asuransi kendaraan secara otomatis sudah dibebankan atas durasi kredit. Pahami jenis-jenis asuransi mobil, ada yang hanya Total Loss, Comprehensive All-Risk, dan penambahan perluasan jaminan untuk banjir serta huru-hara.

Biaya Pinjaman
Jika Anda membeli dengan bantuan pinjaman, hitung juga komponen biaya bunga. Semakin panjang durasi Anda meminjam, maka jumlah bunga yang akan dibayarkan juga akan semakin besar.

Biaya Depresiasi
Biaya ini adalah selisih penurunan harga sejak Anda membeli mobil hingga nantinya Anda menjual kembali. Beberapa merek dan jenis mobil mengalami persentase penurunan yang cukup drastis. Lakukan riset dari berbagai forum otomotif. Live a Beautiful Life!

SB BUDI W
 
Copyright © 2014 iso 9001 Certification. Designed by OddThemes