DO NOT MISS
Tampilkan postingan dengan label Seni & Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni & Budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Oktober 2015

Jakarta Punya Gambang Kromong


JAKARTA, TEGARNEWS.com - Kesenian Gambang Kromong Merupakan salah satu musik khas dari kesenian Betawi yang paling terkenal. Setiap kesempatan perihal Betawi, kesenian ini selalu menjadi tempat paling utama.

Ini di karenakan kesenian ini sangat erat sekali ikatannya dengan kesenian Betawi. Kesenian musik ini merupakan perpaduan dari kesenian musik setempat dengan budaya Cina. Hal ini dapat dilihat dari instrumen musik yang di gunakan seperti alat musik gesek dari Cina yang bernama Kongahyan,Tehyan dan Sukong.

Sementara alat musik Betawi antara lain: gambang, kromong, krecek, gendang, kempul dan gong. Sejak abad ke 18, kesenian Gambang Kromong sudah sangat berkembang khususnya di daerah Tangerang.

Kesenian ini bermula dari sekelompok grup musik yang dimainkan oleh beberapa pekerja pribumi di perkebunan milik Nie Hu Kong yang berkolaborasi dengan dua orang wanita perantauan Cina yang baru tiba dengan membawa Tehyan dan Kongahyan (alat musik cina).

Pada tahun 70an Gambang Kromong sempat terdongkrak keberadaannya lewat sentuhan kreativitas “Panjak” Betawi legendaris “Si Macan Kemayoran”, Almarhum H. Benyamin Syueb bin Ji’ung. Dengan sentuhan berbagai aliran musik yang ada, jadilah Gambang Kromong seperti yang kita dengar sekarang.

Hampir di tiap hajatan atau “kriya’an” yang ada di tiap kampung Betawi, mencantumkan Gambang Kromong sebagai menu hidangan musik yang paling utama. Namun seiring berkembangnya zaman musik ini seakan hidup dan mati. Musik ini hanya bisa terdengar di bulan Juni saja, sewaktu hari jadi kota Jakarta. Itupun hanya di tempat-tempat tertentu, seperti di Setu Babakan misalnya.

Di perlukannya kerjasama untuk melestarikan kesenian ini, khususnya untuk generasi muda betawi agar sadar keberadaan etnis Betawi itu adalah sebagai etalase keudayaan Indonesia.

Penulis: Ani Lestari
Editor: SB Budi W

Selasa, 08 September 2015

Festival Danau Tempe 2015 Dibuka 8 September


WAJO, SULAWESI SELATAN, TEGARNEWS.com - Mulai hari ini Selasa (8/9/2015), Festival Danau Tempe 2015 dimulai. 

Danau Tempe salah satu destinasi wisata alam di Indonesia dan merupakan kebanggaan masyarakat Wajo, Soppeng dan Sidrap di Provinsi Sulawesi Selatan, yang menggantungkan penghidupannya pada danau purba ini. Selain terkenal dengan keindahannya, danau penghasil ikan air tawar ini juga memiliki banyak kearifan lokal yang terus dijaga kelestariannya.

Dari rilis yang diterima Tegar News, Pemerintah Kabupaten Wajo bersama masyarakat pesisir Danau Tempe akan menyajikan berbagai pagelaran dan pelestarian budaya yang dikemas dalam Festival Danau Tempe 2015 dengan mengangkat berbagai kebudayaan lokal.

Selain itu, kegiatan tahunan ini digelar sebagai upaya perwujudan rasa syukur atas segala berkah dan rezeki yang diperoleh melalui kekayaan Danau Tempe. Acara paling sakral dalam festival adalah “Maccera Tappareng” atau menyucikan danau, berupa pemotongan sapi yang dipimpin oleh Macoa Tappareng. Semua peserta ritual Maccera Tappareng memakai baju bodo (baju adat Bugis).

Festival Danau Tempe tiap tahunnya sangat meriah karena adanya lomba-lomba tradisional, seperti lomba balap perahu dayung tradisional, lomba layang-layang tradisional dan kreasi, lomba Ma Longga, lomba gassing, lomba panjat pinang dan lomba Mappadendang.

Beberapa kabupaten sekitar direncanakan akan turut serta memeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional yang menjadi budaya masyarakat bugis dan potret kehidupan di pesisir Danau Tempe yang diikuti oleh beberapa kabupaten sekitar.

Festival Danau Tempe 2015 berlangsung di lokasi utama di areal TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Jalan 45 Tempe Sengkang Kabupaten Wajo.

PENULIS: RICKY TAMBA

Kamis, 27 Agustus 2015

Jumat, Jamus Kalimosodo Gelar Refleksi Kemerdekaan di Lamteng

Cak Sul, Jamus Kalimosodo

BANDAR JAYA, LAMPUNG TENGAH, TEGARNEWS.com - Semangat kemerdekaan 17 Agustus 1945 masih menjiwai hingga ke berbagai daerah. Bhinneka Tunggal Ika menjadi fokus yang terus diperjuangkan hingga kini.

Di tengah berbagai persoalan yang menghimpit bangsa, sekelompok seniman dan budayawan yang bergabung dalam Jamus Kalimosodo akan menyelenggarakan dialog kebudayaan dalam rangka refleksi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70.

"Insya Allah akan dilaksanakan pada hari Jumat (28/8/2015) pukul 18.30 WIB di halaman parkir depan Plasa Bandar Jaya yakni di depan Robusta Cafe Lampung Tengah. Acaranya berupa dialog dan pentas seni," ujar salah satu penggagas, Syamsul Arifien kepada Tegar News, Kamis malam (27/8/2015).

Mantan Ketua KPUD Lampung Timur yang akrab disapa Cak Sul tersebut menambahkan, bahwa acara tersebut terbuka untuk umum dan bertema "Merajut Kebersamaan di Tengah Keberagaman." Dalam acara tersebut juga akan hadir akademisi Anshori Djausal dan aktivis lintas sektor dan generasi.

"Kami mengundang sekelik dan sedulur semua. Semoga berkenan hadir," tandas Cak Sul.

PENULIS: RICKY TAMBA

Sabtu, Jakarta Bergetar!

Simatupang dan Chacha Sandra Bintahir
di depan banner "Jakarta Bergetar"

JAKARTA, TEGARNEWS.com - Promoter Simo Music Entertainment akan menyelenggarakan acara musik yang kategorinya menggabungkan 3 aliran musik disatukan dalam satu acara pada Sabtu dan Minggu, 29-30 Agustus 2015.

Komisaris Simo Music Entertainment H.M.P Simatupang mengatakan, tujuan acara musik tersebut adalah untuk menyatukan dan mengembangkan kreativitas khususnya di bidang musik di kalangan pemuda di Jakarta yang telah mempunyai atau tergabung di komunitas masing-masing, rock, metal ataupun reggae.

Selain produsen, Simo Music Entertainment juga akan menjadi wadah yang menjembati komunitas-komunitas musik untuk bisa berpartisipasi di acara-acara pemerintahan.

Kegiatan Jakarta Bergetar ini, kata Simatupang, juga dipegang langsung oleh Ome (Rama Yumatha) selaku Direktur Simo Music Entertainment bekerjasama dengan Chaca Sandra Binthahir selaku owner acara Jakarta Bergetar.

Event ini digarap profesional dan matang dengan menampilkan band-band papan atas se-Indonesia. Untuk band Rock dan Metal yang akan tampil yakni: Power Metal, Noxa, Siksa Kubur, Ome & The People, For Infidel, Zian & The Geboys dan masih banyak band pendamping lainnya.

Sementara untuk band Reggae yang akan tampil yakni: Tony Q Rastafara, Steven Jam, Tipe-X, Monkeyboots, Peron Satoe dan band pendamping lainnya.

“Dengan adanya event musik besar ini semoga biasa menyatukan komunitas dan mengangkat kembali industri musik di Indonesia. Salam Metal Head dan Salam Reggae Damai,” pungkas Simatupang.

PENULIS: RICKY TAMBA

Sambut Kemerdekaan, Kemenpora Gelar Festival Kreativitas Pemuda

Foto (Ilustrasi)

JAKARTA, TEGARNEWS.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan mengadakan "Festival Kreativitas Pemuda" menyambut kemerdekaan Republik Indonesia ke-70.

"Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Deputi I bekerjasama dengan Asosiasi Komunitas Musisi Indie Indonesia (Askomindo), yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu (29/8/2015), mulai pukul 8 sampai 17.30 WIB di halaman kantor Kemenpora RI Jalan Gerbang Pemuda Senayan, Jakarta Pusat," demikian rilis Kemenpora RI yang berhasil diterima Redaksi Tegar News melalui pesan BlackBerry Messenger, Kamis (27/8/2015).

Melalui parade kemerdekaan bertema “Membangun Mentalitas & Jiwa Patriotis Generasi Bangsa” tersebut, diharapkan tercipta wadah kreativitas para musisi indie kreatif dan pemberdayaan pemuda tanpa narkoba.

Puluhan band yang digemari kalangan muda dijadwalkan mengisi acara, di antaranya Beatmates feat Hari Widi, DJ Radith, Mexicana Dancer, Ji'ih, Jen & Jon, Lima Sekawan, The Baff, Kirana, Apollo, Desto, Fiveplus, Roro Java Queen, Fatamorgana, Detik, Kazan, D'Finix, Difix, Aktif7_19, Alena, Neverlone, Rajalangit, Satria & The Monster dan Orind.

Acara tersebut akan dipandu oleh host Openg RF dan Egasmara Kusuma Yana, yang dibalut dengan videografi dan fotografi yang menarik.

PENULIS: RICKY TAMBA

Minggu, 09 Agustus 2015

Kota Tua, Wisata Rakyat Semua Kalangan


JAKARTA, TEGARNEWS.com - Hiruk-pikuk dan mengasyikkan. Beberapa kata untuk menggambarkan suasana saat kita berkunjung ke Kawasan Kota Tua di kala malam akhir pekan.

Mau mendengarkan musik folkpop ala band jalanan Indonesia ada, singgah menonton pagelaran komedi badut akan tertawa, bikin aneka gelang cincin dan kalung dengan nama kita pun tersedia dan bisa langsung dipakai saat berwisata.

Bangunan-bangunan tua kokoh warisan kolonialisme Belanda angkuh berdiri menaungi alun-alun luas yang banyak dipakai ribuan pengunjung tiap harinya untuk lesehan dan bercengkrama dengan kerabat dan keluarga.

Lapar? Tenang saja, banyak makanan tersedia, yang bisa dinikmati bersama kopi dan teh hangat yang dijajakan puluhan pedagang keliling dengan membawa keranjangnya.

Kota Tua tak kalah dengan Malioboro Jogja, atau bahkan dari Orchard Road Singapura, yang pastinya dengan gaya merakyatnya.

Murah, meriah dan tak membosankan! Kota Tua penuh dengan misterinya yang selalu mempesona dan memaksa saya untuk selalu datang setiap ada waktu luang di Jakarta. Malam ini, entah untuk yang ke berapa puluh atau ratusan kalinya, saya tertarik untuk injakkan kaki kembali.

Sayang, upaya penataan para wirausaha dan seniman jalanan Kota Tua kerapkali dibarengi dengan kekerasan, yang oleh beberapa pedagang yang enggan disebutkan namanya, dilakukan oleh 'tangan kanan' Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama, Sang Gubernur
DKI Jakarta yang kontroversial, beda gaya dengan suksesornya, Jokowi yang telah menjadi Presiden RI ke-7.

Tapi, ini Kota Tua-ku, Kota Tua kita semua, destinasi wisata semua kalangan. Kota Tua, dengan histori dan romantikanya, tak hanya untuk mereka yang tak berpunya.

PENULIS: RICKY TAMBA

Selasa, 04 Agustus 2015

Karena Budaya Adalah Jati Diri Bangsa

Rumah joglo - jawa

TEGARNEWS, JAKARTA - Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

Budaya dalam pengertian yang luas adalah pancaran daripada budi dan daya. Seluruh apa yang difikir, dirasa dan direnung diamalkan dalam bentuk daya menghasilkan kehidupan. Budaya adalah cara hidup sesuatu bangsa atau umat. Budaya tidak lagi dilihat sebagai pancaran ilmu dan pemikiran yang tinggi dan murni dari sesuatu bangsa untuk mengatur kehidupan berasaskan peradaban.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Upacara kedewasaan dari suku WaYao di Malawi, Afrika. Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda- benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat Menurut Koentjoroningrat (1986), kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem, pertama sistem budaya yang lazim disebut adat-istiadat, kedua sistem sosial di mana merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. Ketiga, sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya.

Berdasarkan konteks budaya, ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahan yang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat, kreativitas, dan pola tingkah laku dalam konteks kemasyarakatan. Koentjoroningrat mengatakan, Kebudayaan Nasional Indonesia adalah hasil karya putera Indonesia dari suku bangsa manapun asalnya, yang penting khas dan bermutu sehingga sebagian besar orang Indonesia bisa mengidentifikasikan diri dan merasa bangga dengan karyanya.Kebudayaan Indonesia adalah satu kondisi majemuk karena ia bermodalkan berbagai kebudayaan, yang berkembang menurut tuntutan sejarahnya sendiri-sendiri. Pengalaman serta kemampuan daerah itu memberikan jawaban terhadap masing-masing tantangan yang member bentuk kesenian, yang merupakan bagian dari kebudayaan.

[SB Budi W]

Senin, 03 Agustus 2015

Kesenian Tradisional Bekasi

foto wisata jakarta

TEGARNEWS, JAKARTA - Meski dikenal sebagai kawasan industri, bukan berarti segala hal di Bekasi berbau modernisasi. Salah satu wilayah di Jawa Barat tersebut tetap memiliki kebudayaan lokal yang masih dapat dinikmati hingga saat ini. Apa saja? Berikut tujuh kesenian tradisional yang dapat dijumpai di Bekasi.

8 wayang kulit bekasi yang pertama adalah Wayang Kulit Bekasi. Pertunjukan bayangan ini memiliki latar belakang yang hampir sama dengan wayang kulit Jawa. Tetapi bila dilihat dari segi permainan, kesenian ini lebih cenderung mengadopsi budaya Sunda. Keunikan wayang kulit asal Kabupaten Bekasi tersebut adalah adanya tokoh yang mirip dengan wayang golek seperti Cepot dan Udel. Begawan Durna juga digambarkan dengan cara berbeda yaitu dengan wajah seperti orang Arab dan memakai topi haji.

Bekasi juga memiliki Tari Topeng Bekasi. Kesenian ini tidak hanya menampilkan seni tari semata. Di dalamnya juga dipentaskan seni musik, seni vokal, seni peran, serta seni sastra. Biasanya, teater rakyat yang juga dikenal dengan istilah Topeng Bekasi tersebut juga menyuguhkan lawakan yang bersumber dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

42 topeng bekasi sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan ibukota negara, kebudayaan Bekasi juga mendapat pengaruh dari kultur Betawi. Maka tidak mengherankan jika di salah satu wilayah Jawa Barat tersebut dapat dijumpai kesenian Tanjidor Bekasi. Tanjidor di Kabupaten Bekasi mengandung unsur Parahiyangan atau Sunda karawitan. Sedangkan tanjidor yang berkembang di Kota Bekasi lebih kental dengan nuansa Betawi.

Bekasi juga memiliki kesenian unik hasil perpaduan tanjidor dengan gamelan salendro yaitu Kliningan Tanji. Dalam pertunjukan ini, penonton akan dihibur oleh lantunan suara juru kawih alias sinden. Selain itu, ada juga penampilan tarian khas yang dinamakan japin atau japlin.

39 tanjidor Kesenian tradisional khas Bekasi yang selanjutnya adalah Calung Dalengket. Kesenian ini dimainkan secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri atas 9 orang. Setiap anggota memainkan alat musik yang berbeda. Kesenian yang biasa dipentaskan usai musim panen tersebut mengkombinasikan suling toleat, saron, kedemung, nenge, rebab, serta gong. Masyarakat Bekasi kerap melombakan kesenian tersebut. Uniknya, pemenang lomba Calung Dalengket tidak ditentukan berdasarkan penilainan juri melainkan oleh apresiasi penonton.

Selain diwarnai oleh kultur Betawi, Jawa, serta Sunda, kesenian Bekasi juga mendapat pengaruh dari budaya Arab. Perpaduan kebudayaan tersebut tampak dalam pertunjukan yang disebut samrah. Pada pagelaran samrah penonton disuguhi musik serta tari yang khas dengan nuansa Timur Tengah. Kesenian samrah juga mempertontonkan lakon atau teater yang diiringi pantun.

43 musik samrah Anda juga dapat mempelajari bela diri khas bekasi yang dinamakan godot. Seni olah tubuh yang juga berkembang di Karawang tersebut memiliki empat gerakan dasar dan dua gerakan tambahan. Dengan mempelajari godot, Anda dapat mengusai teknik pertahanan diri seperti memukul, menendang, menangkis, dan menghindar.

[SB Budi W]
 
Copyright © 2014 iso 9001 Certification. Designed by OddThemes