![]() |
| Drone |
JAKARTA, TEGARNEWS.com - Pengoperasian mesin terbang dengan istilah Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak atau lebih populer dengan sebutan drone di Indonesia makin mewabah. Penggunaan drone bukan lagi sebatas hobi semata. Pemanfaatan drone makin meluas untuk berbagai kegiatan. Seperti memantau kondisibanjir, kebakaran, patroli wilayah, pengamatan cuaca, dan sebagainya.
Bahkan, kegiatan untuk keperluan jurnalistik bisa memanfaatkan drone. Pesawat tanpa awak ini dapat juga dimanfaatkan untuk pemetaan wilayah yang tidak terjangkau dari jalur darat. Dari situ kepopuleran drone makin meningkat. Atas kesohoran ini, maka muncul komunitas drone di Indonesia. Salah satunya Komunitas Drone DJI Phantom Indonesia.
Mengapa mereka menggunakan nama komunitas seperti itu. Karena, para anggota komunitas ini menyukai drone jenis Phantom untuk benda koleksi. Phantom itu sendiri merupakan tipe drone yang berbentuk helicam atau quadcopter yang dikembang oleh perusahaan asal Tiongkok, yaitu Da-Jiang Innovations (DJI) Science and Technology Co, Ltd.
Joe Rendy, anggota Komunitas Drone DJI Phantom Indonesia mengatakan para anggota menggemari drone jenis Phantom karena mudah dalam perawatan. “Phantom itu simpel, tinggal pasang baterai, pasang baling-baling langsung bisa terbang. Tidak usah repot-repot merakitnya,” jelas Joe ketika dibincangi di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat..
![]() |
| Komunitas Drone DJI Phantom Indonesia |
Joe menjelaskan komunitas drone ini terbentuk sejak 2013 melalui grup WhatsApp. Dalam perjalanan waktu, mereka mem-posting hasil-hasil jepretan foto dan rekaman video lewat drone ke Facebook. Mereka mulai mempublikasikan hasil karyanya itu pada 2014.
Ternyata hasil karya mereka yang diunggah ke Facebook mendapat respons luar biasa dari para netizen. Lantas, dari situ muncul gagasan untuk membuat komunitas di Facebook dengan fanpage: DJI Phantom Indonesia.
Melalui media sosial itu jumlah anggota komunitas menjadi bertambah hingga 2.600 pengingkut. Kini, fanpage DJI Phantom Indonesia telah terisi oleh 10 ribu lebih anggota.
“Saat ini anggota kami sudah tersebar hingga ke berbagai daerah. Ada dari Papua, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Bali, Medan, Lampung,” ujar Joe. Dalam pengelolaan komunitas di media sosial ini, Joe bertindak sebagai administrator Facebook DJI Phantom Indonesia.
Joe menuturkan Phantom dapat mengudara selama 15 menit hingga 20 menit dengan jarak tempuh sampai 1,6 kilometer dengan ketinggian 400 meter. Drone Phantom dapat dijual satu paket dengan mounting (dudukan) action camera seperti GoPro yang berdesain ringan, kompak, dan punya lensa besar.
“Bisa dibilang drone Phantom ini menggabungkan tiga hobi sekaligus, yaitu radio control, videografi, dan fotografi. Jadi saya sering juga menyebut helicam ini sebagai flying camera,” ujarnya.
Terlepas dari kesukaan mereka terhadap drone. Joe mengatakan bahwa Komunitas Drone DJI Phantom Indonesia menyambut positif atas terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 90 Tahun 2015 Tentang Pengendalian Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak. Hanya saja sejauh ini belum ada tawaran dari perusahaan asuransi manapun untuk melindungi drone dari kerusakan ketika sedang beroperasi.
“Pada hakikatnya kami menyambut baik terbitnya regulasi tersebut, karena apabila tidak diatur maka akan sangat berbahaya. Tapi, untuk asuransi mungkin dari perusahaan-perusahaan asuransi bisa mengemas produk asuransi untuk drone,” pungkas Joe. (29/08/2015)
REPORTER: August Caesar Montri


Posting Komentar