DO NOT MISS

Kamis, 27 Agustus 2015

Jumhur Serukan Lawan AS, Inggris, Jepang dan Tiongkok!

Mohammad Jumhur Hidayat,
Aktivis 1980 an yang dipenjara di era Orde Baru

JAKARTA, TEGARNEWS.com - Aktivis mahasiswa era 1980 an, Mohammad Jumhur Hidayat merasa geram dengan kondisi ekonomi-politik Indonesia terkini, khususnya menyangkut kerjasama internasional yang dilakukan oleh Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan negara adidaya dan besar di dunia.

Jumhur menilai, lebih banyak kerugian yang didapatkan oleh Indonesia, yang akhirnya berimbas pada kehidupan mayoritas rakyat Indonesia.

"Ya, kita memang memerlukan kerjasama antar bangsa untuk mencapai kesentausaan rakyat Indonesia. Bila kerjasama bilateral maupun multilateral dengan berbagai negara itu bisa menguntungkan rakyat Indonesia maka kita sambut dan kita elu-elukan kerjasama itu," ujar mantan Kepala BNP2TKI tersebut kepada Tegar News, Kamis (27/8/2015).

Aktivis yang gemar berpakaian batik tersebut menyerukan kepada rakyat untuk bersatu melawan kerjasama internasional yang merugikan Indonesia. Dalam analisa dia, banyak kerjasama yang berpotensi merugikan, mengokupasi atau menyengsarakan rakyat.

"Bila kerjasama tersebut merugikan, maka tidak segan-segan kita mengatakan lagi: Amerika kita setrika, Inggris kita linggis, Jepang kita tendang dan Tiongkok kita bacok!" tegas Jumhur.

PENULIS: RICKY TAMBA

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 iso 9001 Certification. Designed by OddThemes