JAKARTA, TEGARNEWS.com - Aksi "Evaluasi 1 Tahun Jokowi-JK" yang dilakukan oleh kader dan jajaran Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di depan Istana Negara berujung dengan bentrokan keras, Senin (19/10/2015) sekitar pukul 15.30 WIB.
Aparat kepolisian bertindak represif dengan membubarkan aksi damai PMII hari ini. 4 orang masuk rumah sakit, puluhan luka-luka, bahkan Ketua PC PMII Jakarta Pusat Daud mengalami luka parah, dan beberapa peserta aksi yang berasal dari Jabodetabek belum ditemukan keberadaannya.
![]() |
| Anggota PMII yang mengalami luka |
"PB PMII mengecam tindakan represif aparat. Kekerasan yang dialami mahasiswa dan rakyat hari ini di depan Istana Negara adalah bukti bahwa Pemerintahan Jokowi-JK antikritik," ujar Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma'ruf kepada Tegar News.
Saat ini, PB PMII terus melakukan evaluasi dan konsolidasi guna melanjutkan perjuangan mengingatkan Jokowi-JK akan janji Nawacita di Pilpres 2014 lalu.
"Kami telah mengabarkan kepada para sahabat PMII, dan besok akan dilakukan aksi serentak di 300 cabang se-Indonesia guna mengecam represivitas aparat, dan terus mengingatkan janji Jokowi-JK. Tangan terkepal maju ke muka. Hidup mahasiswa dan rakyat Indonesia!" seru Aminuddin Ma'ruf.
PENULIS: RICKY TAMBA


Posting Komentar