DO NOT MISS

Kamis, 22 Oktober 2015

Murfati Lidianto: Sekolah yang Belum Mendapatkan Bantuan Bisa Mengajukan ke Pemda

Murfati Lidianto, Komisi D, Fraksi GERINDRA DPRD kota Bekasi / Tegar News
BEKASI, TEGARNEWS.com - Sudah lebih dari 365 hari 50 anggota DPRD Kota Bekasi sejak di lantik Senin (11/8/2014) di gedung DPRD, Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Pelantikan saat itu diwarnai demonstrasi mahasiswa yang mengingatkan agar anggota dewan yang baru (2014-2019) tidak melupakan janjinya. Meski sempat terjadi ricuh karena demonstran memaksa masuk tapi di halangi satpol PP. Kericuhan tidak berlangsung lama, dan demonstrasi berakhir damai. Salah satu tuntutan mahasiswa adalah meminta Dewan mengawasi pelaksanaan Penerimaan siswa melalui online, agar berjalan optimal.

Untuk berbicara tentang perkembangan pendidikan di kota Bekasi Tegar News membuat janji wawancara khusus dengan anggota dewan Kota Bekasi Murfati Lidianto, SE, dari Fraksi GERINDRA. Tidak ada kesulitan untuk janjian wawancara karena ditepati oleh anggota dewan Murfati dari komisi D Senin (19/10) di daerah Harapan Indah. Berikut wawancara Khusus Reporter Tegar News, Endharmoko dengan Murfati.

Bagaimana hasil Evaluasi ibu dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di kota Bekasi?

"PPDB online yang kemarin berjalan dilakukan dua tahap yaitu 100 persen online dan 10 persen untuk bina lingkungan. Namun untuk tahap bina lingkungan ini tidak berjalan dengan baik. Banyak siswa-siswa yang tidak terakomodir dengan baik . Sehingga di tahun 2016 nanti di harapkan hanya 100 persen online sehingga bisa lebih transparan. Untuk siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang masuk negeri saya ucapkan selamat, sedangkan yang tidak masuk sekolah negeri jangan lekas kecewa karena masih bisa masuk sekolah swasta. Ada anggaran pemerintah sebesar 11 Milyar yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini diberikan melalui Dinas Pendidikan (Disdik). Syaratnya hanya dengan membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Lalu surat ini di berikan kepada sekolah yang dipilih. Bantuan ini berupa iuran dan uang muka. Untuk buku dan seragam dibeli sendiri. Sehingga selama 3 tahun tidak perlu khawatir lagi pembiayaan sekolah.

Dari pantauan Tegar News dibeberapa sekolah temukan kondisi perlengkapan dan peralatan di sekolah seperti meja dan kursi sudah banyak yang rusak, apa yang Komisi D sudah perbuat?

"Iya komisi D berpandangan untuk menunjang kegiatan pendidikan sudah menganggarkan pengadaan Meublair. Penganggaran ini berdasarkan hasil kunjungan kami ke SD, SMP dan SMA di Bekasi. Memang kami juga menemukan meja dan kursi banyak yang sudah rusak. Semoga Dinas pendidikan (Disdik) kota Bekasi bisa merealisasikan pengadaan Meublair ini secepat mungkin. Dan selain itu juga komisi D sudah upayakan agar sekolah-sekolah ini bisa menambah 2 ruang kelas baru supaya bisa menampung jumlah siswa, artinya satu kelas tidak melebihi kapasitas".

Lalu apa lagi yang sedang dikerjakan Komisi D?

"Komisi D juga mengusulkan perlu dilakukan rotasi dan mutasi kepala sekolah. Kami menemukan di beberapa SD yang kepala sekolah (Kepsek) nya sudah memasuki usia pensiun tapi masih menjabat kepala sekolah. Kami mengusahakan agar Kepsek yang sudah pensiun ini di mutasi atau di rotasi sesuai dengan kredibilitas yang dimiliki Kepsek. Program ini sudah berjalan hampir setengah tahun. Komisi D melihat hasilnya sudah kelihatan baik dan selanjutnya akan kami lakukan di tingkat SMP dan SMA. Dalam beberapa bulan ke depan komisi D akan berkomunikasi dengan disdik. Untuk menduduki posisi kepala sekolah dilakukan serangkaian tes, ada tes kemampuan dan tes fisik.

Bagaimana kondisi pendidikan di kota Bekasi menurut Anda?

"Pendidikan di kota Bekasi saat ini sudah semakin baik. Ada Bosda. Bantuan yang diberikan daerah untuk sekolah-sekolah. Untuk sekolah yang belum mendapatkan bantuan bisa mengajukan ke Pemda. Untuk pungutan Sumbangan Dana Pendidikan sebesar 2 juta yang di atur dalam Surat Keputusan Walikota bulan Juli 2015 lalu, dewan sudah mengetahuinya, namun kami belum melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk mengetahui apakah ada orang tua siswa yang tidak mampu membayar pungutan tersebut. Kami akan berkomunikasi dengan kepala sekolah dan komite sekolah terkait pungutan tersebut".

Ok bu, terkait Darurat Anak (kejahatan seksual terhadap anak), apakah menurut ibu nama yang tertera di seragam siswa perlu di hapus untuk menghindari pelaku kejahatan ? Karena dengan nama yang tertera di seragam memudahkan para pelaku kejahatan mengelabui siswa seolah-olah mengenal siswa tersebut dengan memanggil namanya, padahal pelaku melihat nama siswa dari seragamnya.

"Iyah saya prihatin dengan berbagi tindak kekerasan terhadap anak-anak. Apalagi yang baru-baru ini terjadi seorang siswa yang menusuk gurunya sendiri. Untuk penggunaan nama siswa yang tertera di seragam sekolah menurut saya tidak perlu dihilangkan. Tujuan dari adanya nama di seragam sekolah ini supaya guru-guru bisa mengenal siswanya . Untuk mencegah tindakan penculikan dan pelecehan seksual terhadap anak, dari rumah orang tua sebaiknya berpesan kepada anaknya untuk waspada, jangan mudah ikut ajakan siapapun apalagi orang yang tidak dikenal. Si anak harus terus diingatkan orang tua. Saya juga menghimbau, para pengajar membatasi hubungan guru dan siswa agar tidak seperti hubungan antar teman. Guru tetap harus menjaga wibawanya agar siswa hormat dan patuh terhadap guru. Menjaga jarak dengan murid bukan berarti harus galak. Perlu di evaluasi Guru untuk memberikan perhatian kepada siswa tanpa kedekatan yang memicu tindakan yang tidak diinginkan".

(Moko/Steve)

Rabu, 21 Oktober 2015

Kasus Pelindo, Freeport dan Asap, Indonesian Club: Parlemen Harus Jaga Kepentingan Nasional!


JAKARTA, TEGARNEWS.com - Indonesian Club akan mengumpulkan tokoh, politisi dan aktivis untuk berdialog problem kebangsaan terkini, Kamis (22/10/2015) mulai pukul 12.00 WIB di Cafe Double Bay, Hotel Ibis Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam dialog bertema "Menimbang Urgensi Antara Pansus Pelindo II dengan Pansus Asap Pembakaran Hutan dan Pansus Perampokan Kekayaan Alam oleh Asing (Freeport, dll)" tersebut, beberapa narasumber utama akan hadir, antara lain Masinton Pasaribu (DPR RI/ PDIP), Daniel Johan (DPR RI/ PKB), Pius Ginting (Walhi), Nova Hakim (SP JICT), Salamuddin Daeng (AEPI) dan Hatta Taliwang (IEPSH).

"Niat baik parlemen menggunakan hak konstitusional menggelar Pansus Pelindo II patut diapresiasi. Proses politik ini harus berlangsung transparan dan diletakkan secara proporsional tanpa tendensi politik," ujar Humas Indonesian Club, Hartsa Mashirul kepada Tegar News, Rabu (21/10/2015).

Problem khusus lainnya yang akan dibahas, lanjut pria yang akrab disapa Irul tersebut, adalah kebakaran lahan yang berlangsung terus-menerus di hampir semua wilayah, yang melibatkan korporasi besar dibekingi elite pejabat. Kebakaran lahan telah memakan korban jiwa karena bencana asap, dan seolah-olah dipelihara. Indonesian Club menilai pemerintah terkesan lamban.

"Demikian pula dengan kejahatan perampokan kekayaan alam oleh asing yang sudah berlangsung puluhan tahun seperti Freeport dan lainnya, belum menjadi agenda mendesak parlemen hingga kini. Parlemen setidaknya harus menentukan skala prioritas untuk menjaga kepentingan nasional. Tanpa itu, proses hukum dan politik yang terjadi hanyalah tradisi biasa. Penyelamatan kepentingan nasional adalah hal mutlak yang harus dijalankan parlemen!" seru Irul.

PENULIS: RICKY TAMBA

Setahun Jokowi-JK, LMND Gowa: Laksanakan Konsisten Trisakti dan Nawacita!


GOWA, TEGARNEWS.com - "Setahun Jokowi-JK memerintah Indonesia, Trisakti dan Nawacita yang digembar-gemborkan saat pencalonan terus dikhianati," ujar Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Gowa, Igaruddin kepada Tegar News, Rabu (21/10/2015).

Rencana, LMND Gowa akan melakukan aksi dan happening art "Evaluasi Setahun Jokowi-JK" di Kampus I UIN Alauddin, Pettarani, Kamis (22/10/2015) mulai pukul 13.20 WITA.

"LMND menuntut Jokowi-JK kembali konsisten menjalankan Trisakti dan Nawacita. Jangan biarkan Trisakti menjadi Indonesia sakit, dan Nawacita menjadi dukacita," seru Igaruddin.

LMND Gowa juga mengajak pemuda Indonesia kembali mengelorakan semangat persatuan nasional melawan nekolim neoliberalisme perusak Indonesia.

PENULIS: RICKY TAMBA

Sosialisasi Program, Cabup Oking Tebar Ikan dan Dialog Petani


PESISIR BARAT, TEGARNEWS.com - Calon Bupati Pesisir Barat, Oking Ganda Miharja menebar 10 ribu bibit ikan dan berdialog dengan ratusan petani di Bendungan Way Biha Pekon Pakunegara, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (21/10/2015).

Dalam acara yang digagas ormas Pejuang Siliwangi Indonesia (PSI) tersebut, cabup nomor urut 4 ini memaparkan 4 Piagam Perjuangan Rakyat yang menjadi program unggulan yang akan dilaksanakan jika terpilih dalam Pilkada 9 Desember 2015 mendatang.

"Permasalahan pupuk akan diselesaikan dengan Kartu Tani Sejahtera. Begitu pula dengan tersedianya bibit unggul, pembinaan dan pemberdayaan petani," ujar Oking dalam dialog.

Selain itu, penuntasan krisis listrik, industrialisasi daerah, penyelesaian sengketa agraria serta pendirian perguruan tinggi di Krui masuk dalam program unggulan pasangan yang akrab disapa Oking-Top.

"Tak ada yang tak mungkin. Apa yang tercantum dalam 4 piagam perjuangan rakyat sudah kami analisa dan pasti terealisasi," tambahnya.

Ratusan warga yang hadir terlihat antusias berdialog dengan Oking Ganda Miharja. Turut hadir tim pemenangan, antara lain Donna Sorenty Moza (PSI), Nurul Hidayat (PRD), Ketua Bappilu PDI Perjuangan Pesisir Barat Ripzon Efendi dan Sekretaris Kanadi.

PENULIS: RICKY TAMBA

Kesalahan yang Kerap Dilakukan Orang Saat Berlari

Ilustrasi Olahraga Lari / tegarnews.com
Olahraga lari kini kembali menjadi tren dari gaya hidup kaum urban saat ini. Banyaknya modifikasi dalam kegiatan lari menarik banyak orang untuk berolahraga lari, misalnya saja fun run, colour run,night run, hingga jomblo run (ditujukan bagi orang-orang yang berstatus single atau sedang tidak memiliki pasangan).
JAKARTA,TEGARNEWS.com - Naiknya partisipasi masyarakat membuat olahraga lari cukup sering dilakukan kala weekend. Meski terkesan mudah, namun tanpa disadari ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan orang saat berlari. Dilansir dari livescience.com, berikut ini adalah kesalahan saat berlari yang sering dilakukan:
1. Pola lari asimetris
Yang dimaksud dengan pola lari asimetris adalah terlalu menaruh beban pada salah satu sisi tubuh sehingga menimbulkan ketidakseimbangan dalam berlari. Jika seorang pelari melakukan ketidakseimbangan ini maka pada akhirnya akan menyebabkan rasa sakit pada tubuh.

2. Lutut dan pinggul tidak sejajar
Permasalahan yang lain adalah orang-orang yang menggunakan lutut yang terlalu masuk ke dalam saat berlari dikarenakan oleh lemahnya otot gluteus(tiga dari otot besar pada dubur). Saat berlari, sebaiknya lutut dibiarkan sejajar dengan pinggul. Untuk menanggulangi permasalahan ini, sebaiknya lakukan latihan penyeimbangan terhadap ototgluteus maximum dan gluteus medius pada otot belakang.

(steve/tn) 

Lukman Hakim Saifuddin: Kepercayaan Masyarakat terhadap Pendidikan Islam semakin Tinggi.

Foto: Kementerian Agama Republik Indonesia
JAKARTA,TEGARNEWS.com - Tangerang Selatan (Pinmas) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan Islam semakin tinggi. Peluang pendidikan Islam luar biasa meningkat. Hal ini bisa kita lihat makin tingginya kepercayaan orang tua untuk mencari pendidikan berbasis agama, khususnya Islam dalam menyekolahkan putra-putrinya. Kita bisa melihat, dewasa ini, menjamur pendidikan Islam terpadu, pesantren modern dangan sistem boarding school, meski biaya pendidikannya tinggi.

“Jangan sampai peluang ini melayang, kita harus menyiapkan diri sebaik mungkin,” terang Menag saat memberi sambutan pada Pembukaan Konferensi Penulisan Karya Ilmiah ke-I di Gedung Serbaguna, Madrasah Insan Cendekia Serpong, Banten, Selasa (20/10).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Madrasah, M Nur Kholis Setiawan, Kakanwil Banten Agus Salim, Kakankemenag Tangerang Selatan Zainal Arifin, para peserta (kepala madrasah) dari Jabar, DKI dan Banten, serta civitas akademik MAN IC Serpong.

Dalam konferensi yang mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Pendidikan Berbasis Riset”, hadir sebagai pembicara Prof. Dr.  Azyumardi Azra (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Prof. Imam Tholkah (Balitbang Kemenag), Aquirani Ph. D (Unpad), Imam Budi P (Ubinus), Dr Engkos Kosasih (UPI) dan Darno Raharjo (MAN IC Serpong).

Menag melihat, Indonesia adalah negara dengan kekayaan alam (biodiversitas) luar biasa, hanya kalah dari Brazil yang mempunyai Amazon.

“Meski demikian, sayang sekali hingga hari ini, obat-obatan, kita masih banyak import, padahal kita mempunyai tanaman obat yang banyak. Hal ini karena kita masih tergantung dengan hasil riset negara lain. Untuk itu, tradisi education plus research sangat penting digalakkan di negeri ini,” ungkap Menag.

Ke depan, Menag berharap ada alumni madrasah yang mampu meraih nobel di bidang science. “Semoga, Konferensi ini mampu menjadi momentum untuk menumbuhkan research habit,” harap Menag. 

(steve/tn).
 
Copyright © 2014 iso 9001 Certification. Designed by OddThemes