DO NOT MISS
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi & Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi & Bisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Oktober 2015

Tantangan Besar yang Dihadapi Pasar Tradisional

Pasar Tradisional / Tegar News
JAKARTA, TEGARNEWS.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) merilis pernyataan bahwa telah terjadi penurunan daya beli masyarakat khususnya yang terjadi pada pedagang pasar tradisional sejak beberapa bulan lalu.

Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Mansuri, SH kepada Tegar News mengatakan bahwa sejak sebelum kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebenarnya telah terjadi tren penurunan daya beli masyarakat yang dirasakan oleh pedagang pasar tradisional. Situasi tersebut merata diseluruh Indonesia.

Selain itu, peningkatan daya beli pada akhir Ramadhan lalu tidak berlangsung lama karena dibarengi dengan tren kenaikan harga yang melambung dan tak kunjung turun. Hal tersebut memicu kembali terjadinya penurunan daya beli masyarakat yang berlanjut hingga hari ini.

“Pedagang pasar tradisional berpotensi menghadapi kerugian yang besar bila tidak segera memutar otak agar tetap bisa menggerakan roda ekonomi keluarga mereka,” jelasnya, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Oleh karena itu, lanjut Abdul, DPP IKAPPI menilai saat ini pasar tradisional tengah menghadapi tiga tantangan besar yang harus segera disikapi. Tiga tantangan tersebut adalah, terjadinya penurunan daya beli masyarakat yang terjadi pasca kenaikan BBM beberapa bulan yang lalu dan disertai dengan melemahnya rupiah pada akhir-akhir ini yang berakibat pada penurunan daya beli masyarakat.

“Situasi ini jelas merupakan situasi yang sulit bagi kami para pedagang pasar tradisional. Penurunan daya beli masyarakat mengakibatkan pedagang pasar tradisional harus mengurangi stok. Terutama bagi pedagang yang menjual barang dagangan yang tidak bisa bertahan lama seperti sayuran, daging, buah dan lainnya. Selain itu belanja modal yang harus dikeluarkan oleh pedagang pun bertambah karena harga berbagai komoditas yang pedagang terima memang sudah tinggi,” tambahnya.

Tantangan yang kedua adalah minimnya peran serta pemerintah dalam mempersiapkan pasar tradisional dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Abdul menyatakan bahwa sepertinya pemerintah kurang optimal dalam mempersiapkan pasar tradisional dalam menghadapi tantangan ini. SDM pedagang dan pengelola pasar minim pemberdayaaan. Sampai saat ini langkah yang terlihat hanya sebatas merevitalisasi bangunan fisik pasar tradisional saja, namun SDM-nya kurang mendapatkan perhatian.

“Bila pemerintah abai terhadap peningkatan dan pemberdayaan SDM pedagang dan pengelola pasar tradisional, kami agak pesimis dalam menatap tantangan pasar bebas ASEAN tersebut,” terangnya lagi.

Terakhir, lanjutnya, adalah marak terjadinya pelemahan fungsi dan peran pasar tradisional. Tingginya angka kebakaran pasar tradisional yang hampir menembus angka 200 kasus kebakaran, penggusuran paksa terhadap pedagang pasar maupun PKL, ekspansi ritel modern yang sudah melampaui batas kewajaran hingga kampanye negatif yang terus menyasar ke pasar tradisional disadari atau tidak telah melemahkan fungsi dan peran pasar tradisional sebagai benteng ekonomi nasional.

“Didasari oleh realitas diatas, penting bagi IKAPPI untuk segera membangun kesadaran kolektif dalam melindungi pasar tradisional. Pedagang pasar tradisional harus segera mengkonsolidasikan diri secara nasional untuk menghadapi berbagai isu dan tantangan besar kedepan,” katanya.

Ketum DPP IKAPPI juga menekankan bahwa pedagang pasar tradisional tidak boleh sekedar menjadi objek pembangun dan perubahan.

Editor: SB Budi W

Menkop dan UKM Membuka Acara Rapimnas IKAPPI 2015

foto tegarnews
Menkop dan UKM Pemukulan Gong sebagai Digelarnya Rapimnas IKAPPI 2015 / Tegar News
JAKARTA, TEGARNEWS.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang hadir diawali dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya pembukaan acara Rapimnas IKAPPI yang bertemakan "Membangun Kesadaran Kolektif dalam Melindungi Pasar Tradisional" 2015 di Ballroom Cempaka, Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat pada Kamis (15/10/2015).

Kehadiran salah satu anggota Kabinet Kerja ini memberikan beberapa pernyataan yang membawa dampak kesejukan dihati seluruh peserta yang hadirin dalam acara Rapimnas IKAPPI.

Dalam sambutannya, Menkop dan UKM mengisahkan masa kecilnya yang besar di lingkungan pasar tradisional , di Denpasar, Bali. Dengan kisahnya tersebut ia mengatakan bahwa ia sangat bersedia untuk selalu membantu agar eksistensi pasar tradisional semakin kokoh di bumi Indonesia.

Terkait krisis ekonomi, Puspayoga menyatakan bahwa hanya pedagang tradisional saja yang tidak terpengaruh dengan krisis ekonomi didalam negeri selama ini.

tegarnews
Pidato Menko dan UMKM Rapimnas IKAPPI 2015 / Tegar News
Menkop dan UKM yakin dengan jabatannya sekarang ini ia dapat memberikan sumbangan pemikiran dan perbuatan untuk menyelamatkan pasar tradisional di seluruh Indonesia. Bahwa akan terealisasi di awal 2016 seluruh pengusaha kecil di Indonesia akan menunggu sepak terjang dalam memeratakan kesejahteraan rakyat.

"saya seratus persen mendukung kampanye IKAPPI yang berbunyi Ayo Belanja di Pasar Tradisional," lanjut Puspayoga dengan sambutan gegap gempita tepuk tangan seluruh yang hadir.

Sejak awal masa jabatannya sebagai Menteri Koperasi dan UKM ia akhirnya bisa mendapatkan persetujuan untuk membalikkan keadaan, yaitu bunga kredit 12% bagi pedagang kecil dan bunga kredit 22% bagi investor.

Namun hal ini masih tidak memuaskan Puspayoga dalam misinya melakukan pemerataan kesejahteraan, sehingga ia memberikan sebuah janji di depan forum Rapimnas IKAPPI 2015 .

"awal tahun 2016 nanti, bunga kredit bagi pengusaha kecil akan turun lagi menjadi 9%," tegasnya.

Puspayoga memohon dukungan serta doa tulus dari seluruh pedagang pasar tradisional agar apa yang sedang diusahakannya demi memeratakan kesejahteraan rakyat dapat terwujud dengan sempurna.

Klik Tantangan IKAPPI

Editor: SB Budi W





Selasa, 13 Oktober 2015

Rupiah Melewati Level 13.500 / USD

Ilustrasi -  Tegar News / Foto : SB Budi W
JAKARTA, TEGARNEWS.com - Mengutip data Bloomberg, Selasa (13/10/2015), gerak mata uang Merah Putih pagi ini dibuka melemah ke level Rp13.471 per USD jika dibandingkan dengan penutupan kemarin di posisi Rp13.408 per USD.

Pergerakan nilai tukar rupiah pada pagi ini kembali melemah. Setelah sempat menembus level Rp13.400 per USD, kini rupiah kembali menanjak ke Rp13.500 per USD.

Namun, tak beberapa lama, rupiah melemah hingga mencapai 103 poin atau setara 0,77 persen ke posisi Rp13.511 per USD. Rentang gerak rupiah pagi ini berada di level Rp13.471-Rp13.544 per USD.

Editor : SB Budi W

Kamis, 08 Oktober 2015

Dolar Terus Tertekan Rupiah

Ilustrasi / tegarnews.com
JAKARTA, TEGARNEWS.com - NH Korindo Securities Indonesia memperkirakan kurs tengah Bank Indonesia nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Jumat (9/10/2015) bergerak di kisaran Rp Rp13.779- Rp14.000.

Kepala Riset NHKSI Reza Priyambada mengatakan penguatan yang terjadi pada kurs tengah rupiah dalam beberapa hari terakhir ini tentunya diharapkan masih dapat berlanjut, jika sentimen yang ada masih cukup mendukung.

“Meski rawan aksi ambil untung, jika pun terjadi pelemahan tidak akan terlalu dalam,” kata Reza dalam risetnya.

Apalagi, ujarnya, laju indeks dolar AS cenderung sedang tertekan, sehingga diharapkan laju kurs tengah rupiah dapat memanfaatkan kondisi tersebut. Sehingga tren kenaikan belum akan terpatahkan.

“Tetap harus dapat menyesuaikan dengan riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar,” kata Reza.

Laju rupiah di atas target resisten 13.950.

SUMBER: Bisnis.com
EDITOR: SB BUDI W

Senin, 28 September 2015

Pengusaha Muda Lampung Tengah Dukung Mudiyanto-Musa

Joni Desmara, 
Pengusaha Muda Lamteng

GUNUNG SUGIH, TEGARNEWS.com - Perlahan tapi pasti, dukungan publik terhadap pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah (Lamteng) bernomor urut 4 Mudiyanto Thoyib-Musa Ahmad menguat. 

Setelah sebelumnya resmi terdaftar sebagai calon independen yang mendapat dukungan 170 ribu  masyarakat Lamteng, kini beberapa pengusaha muda mulai merapat dan mendukung secara terbuka Mudiyanto-Musa.

"Mudiyanto-Musa akan mampu membuat kondusif iklim investasi dan usaha di Lampung Tengah. Sepanjang pengamatan kami, rekam jejak mereka berdua selama pernah menjabat Bupati dan Wabup tahun 2005 sampai 2010 yang lalu, bisa membuat nyaman investor dan para pelaku bisnis," ujar pengusaha muda Joni Desmara, kepada Tegar News, Senin (28/9/2015).

Pengusaha muda yang bergerak di bidang pertanian, peternakan dan agribisnis tersebut, dalam waktu dekat ini berencana akan mengkonsolidasikan para pengusaha muda dan pelaku ekonomi di Lamteng untuk urun rembug program ekonomi kerakyatan yang harus dijalankan oleh Mudiyanto-Musa bila terpilih menjadi kepala daerah mendatang.

"Kami tak mau memberikan check kosong kepada Mudiyanto-Musa bila menjabat nanti. Melalui rekomendasi program ekonomi kerakyatan yang kami tawarkan, akan menjadi basis pijakan pembangunan selama lima tahun," kata pria muda penghobi sepakbola dan bulutangkis tersebut.

Secara khusus, Joni menyentil masalah perizinan dunia usaha, yang semestinya prosesnya cepat, murah dan tidak memberatkan kalangan dunia usaha. Dengan proses perizinan yang efisien, akan mampu mendinamisir akselerasi pembangunan dan kemajuan ekonomi masyarakat Lamteng.

"Mari kita bergerak memenangkan Mudiyanto-Musa di Pilbup Lamteng 9 Desember 2015 mendatang dengan cara-cara yang santun, elegan dan berbudaya. Hindari pola dan cara yang tak beradab, misalnya kampanye hitam, politik uang dan manipulasi suara. Insya Allah, bersama Mudiyanto-Musa, rakyat Lamteng akan bersatu, maju dan sejahtera!" pungkasnya.

PENULIS: RICKY TAMBA

Sabtu, 26 September 2015

Indonesia Masuk TOP-5 Tujuan Investasi Asia Pasifik

Presiden Indonesia Joko Widodo sedang menyampaikan presentasi dalam acara forum kerja sama Indonesia-China di Gedung Balai Rakyat, Beijing, Cina pada 27 Maret 2015. Indonesia merupakan negara tujuan investasi nomor 2 investor dari China. REUTERS/Feng Li
JAKARTA, TEGARNEWS.com -Indonesia ternyata masih menjadi target investor, terutama yang berasal dari Asia. Minat investasi yang tinggi datang dari China, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan; demikian ditunjukkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Bahkan data The Economist menyebutkan untuk tahun 2015 Indonesia berada di peringkat kedua tujuan investasi Asia Pasifik, setelah China.

Tabel : Skor Peringkat Prioritas Investasi
Sumber : The Economist
Adapun untuk dana investasi asing secara langsung (foreign direct investment, FDI), besarannya ditunjukkan data United Nations Conference On Trade And Development (UNCTAD). Sepanjang tahun 2014, FDI ke Indonesia mencapai $22 miliar—di mana Indonesia berada di posisi kelima paling besar di kawasan Asia.

Apa penyebab kabar baik ini?

Populasi yang besar dan sebagian besar merupakan usia produktif merupakan dua faktor utama yang membuat Indonesia menjadi pasar potensial di mata investor. Data Population Reference Bureau 2014 menunjukkan Indonesia berada di peringkat keempat populasi terbesar sejagat dengan rata-rata pertumbuhan jumlah penduduk mencapai 21 persen dalam 10 tahun terakhir. 

Tambahan lagi, laporan World Population ProspectsPBB telah memproyeksikan Indonesia akan menikmati “bonus demografi” dalam periode 2015-2030. Bonus demografi adalah kondisi di mana jumlah penduduk produktif lebih besar daripada jumlah penduduk non produktif, sehingga berpotensi mendorong tingkat konsumsi suatu negara.

Rep. Sisca
Red. SB Budi W

Keseriuasan BI Belum Optimal Melemahnya Rupiah

Ilustrasi / tegarnews.com
JAKARTA, TEGARNEWS.com - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat disebabkan kinerja Bank Indonesia (BI) yang belum optimal terutama kebijakan suku bunga acuan (BI Rate).

Menurut Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun, anjloknya nilai mata uang rupiah terhadap dolar akan berdampak kepada dunia usaha. Bahkan, tak menutup kemungkinan akan ada gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di kalangan industri yang menggunakan bahan baku impor.

"Kita ingatkan BI supaya serius, ini bukan saatnya lagi tahan BI rate tinggi, karena kalau ditahan, dunia usaha akan tercekik, akibatnya melakukan PHK sebagai pilihan," ujar Misbakhun di Jakarta, Sabtu (26/9).

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, adanya PHK karena sebagai langkah tengah bagi dunia usaha karena produksinya yang tidak menguntungkan karena daya beli masyarakat yang menurun, sedangkan biaya barang baku impor.

Terlebih saat ini, rupiah telah menembus Rp 14.700 per dolar AS mengakibatkan nilai bahan baku impor makin mahal.
"Satu-satunya pengusaha melakukan rasionalisasi terhadap jumlah karyawan yang dimiliki, mereka harus mengurangi biaya dan produksinya. Ini yang kita khawatirkan bersama," jelasnya.

Red. SB BUDI W

Sabtu, 19 September 2015

Memahami Biaya Memiliki Mobil

ilustrasi / Tegarnews.com
JAKARTA,TEGARNEWS.com - Membeli mobil pasti akan menambah alokasi di pos pengeluaran Anda. Sebelum terburu-buru membeli mobil, ada baiknya Anda pahami berapa total biaya kepemilikan mobil yang Anda incar.

Harga Mobil
Harga mobil adalah harga yang Anda bayarkan kepada dealer atau penjual, diluar biaya pajak dan lainnya.

Biaya Pajak
Pembelian mobil menimbulkan kewajiban pajak seperti biaya Pajak Kendaraan Bermotor yang harus dibayarkan setiap tahun serta BBN Kendaraan Bermotor yang dibayarkan setiap periode 5 tahun.

Biaya Bensin, Parkir, danTol
Selama mobil Anda masih menggunakan BBM, maka setiap bulan Anda harus menganggarkan untuk biaya bensin. Jangan lupa anggarkan untuk biaya parker serta tol, tergantung kebutuhan Anda.

Biaya Perbaikan dan Perawatan
Untuk mobil baru, dealer biasanya memberikan garansi servis untuk beberapa kilometer tertentu atau hingga tahun keberapa. Namun, pahami bahwa biaya ini umumnya diluar biaya pembelian oli atau tambahan aksesoris lainnya.

Biaya Asuransi
Berani membeli mobil harus berani membeli asuransi mobil. Jika Anda membeli secara kredit, umumnya asuransi kendaraan secara otomatis sudah dibebankan atas durasi kredit. Pahami jenis-jenis asuransi mobil, ada yang hanya Total Loss, Comprehensive All-Risk, dan penambahan perluasan jaminan untuk banjir serta huru-hara.

Biaya Pinjaman
Jika Anda membeli dengan bantuan pinjaman, hitung juga komponen biaya bunga. Semakin panjang durasi Anda meminjam, maka jumlah bunga yang akan dibayarkan juga akan semakin besar.

Biaya Depresiasi
Biaya ini adalah selisih penurunan harga sejak Anda membeli mobil hingga nantinya Anda menjual kembali. Beberapa merek dan jenis mobil mengalami persentase penurunan yang cukup drastis. Lakukan riset dari berbagai forum otomotif. Live a Beautiful Life!

SB BUDI W

Selasa, 15 September 2015

Mengelola Sampah Menjadi Sebuah Karya

Sampah plastik Bahan Baku Lukisan Ganj Art
BEKASI, TEGARNEWS.com - Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah dengan sempurna. Hal itulah yang membuat pemuda bernama Ganjar Setyawan Cahyoaji ini terpanggil untuk memanfaatkan plastik bekas sebagai media dalam melukis. Seniman asal Bekasi ini mulai melukis sejak masih dia duduk bangku Sekolah Dasar. Idenya yaitu bagaimana menggabungkan lukisan dan barang bekas menjadi sebuah karya.

Ganjar dengan Karyanya
Kalau Bekasi punya Bantar Gebang sebagai tempat pembuangan akhir sampah, kini Ganjar turut mengelola sampah menjadi karya yang bernilai jual.


Plastik kemasan ia kumpulkan dari warung di dekat rumahnya. Plastik kemasan dicuci, dikeringkan,  kemudian diberi lem hingga dipotong sesuai pola yang dibuat. Beragam desain warna dari kemasan plastik tersebut akan memberi nuansa segar dari lukisan tersebut.

Ganjar Bersama Ibu Mooryati Sudibyo
Ia sempat memberi penghargaan kepada Ibu Mooryati Soedibyo dalam acara NAC Community yang bertempat di Graha Sawala, Gedung Kemenko Perekonomian tanggal 21 Desember 2013 . Beliau merupakan Presiden Direktur Mustika Ratu dan pernah menjabat Wakil Ketua II MPR Periode 2004-2009. Beliau bertanya, apakah lukisan ini awet? Ya, tentu saja awet bu, jawab Ganjar sambil tersenyum.

Ganjar mengatakan bahwa pemesan lukisan ini dapat ikut andil dalam usaha penyelamatan lingkungan. Selain itu, 10% dari penjualan lukisan juga disumbangkan setiap bulannya kepada Yayasan Visi Maha Karya. Ia menambahkan bahwa ia ingin membudayakan semua orang untuk bersedekah dan mencintai lingkungannya.

Ia juga menerima pesanan lukisan tersebut untuk hadiah, kenang-kenangan maupun lukisan prewedding yang tentunya unik untuk momen istimewa anda.

REPORTER: DENNIS GUNAWAN
EDITOR: SB BUDI W

Sabtu, 12 September 2015

Waduh, Jalan Lamteng Rusak Parah, Begal Merajalela


LAMPUNG TENGAH, TEGARNEWS.com - Nasib Jalan Raya Kalirejo-Padangratu, Lampung Tengah, rusak dan banyak pembegalan motor. Rute ini mengalami rusak parah, sehingga dikeluhkan pengguna jalan dan masyarakat setempat.

Surman (32), warga Kecamatan Padangratu, setiap hari melintasi ruas jalan tersebut. Ia yang berprofesi sebagai tenaga kependidikan di salah satu sekolah swasta di Kecamatan Kalirejo ini mengaku, jalur Kalirejo-Padangratu sebagai salah satu jalan paling tak nyaman. Bukan hanya berlubang dan banyak debu, juga harus berhati-hati dan waspada terhadap begal yang kerap memanfaatkan kondisi jalan rusak didaerah ini. 

“Karena jalan rusak, saya harus hati-hati dan tak bisa ngebut. Padahal di jalan ini juga sepi dan rawan begal," terangnya kepada Tegar News, Sabtu (12/9/2015).



Dari pantauan langsung, sepanjang jalur tersebut banyak sekali terdapat lubang-lubang besar. Akibatnya, jika musim kemarau debu-debu banyak beterbangan, namun jika hujan turun, lubang tersebut nyaris menyerupai kubangan. 

Selain itu kondisi keamanan yang ada juga menjadi pertaruhan bagi pengendara sepeda motor untuk berhati-hati saat membawa kendaraannya. 

Kondisi serupa juga dikemukakan Nanang (34), sopir angkutan penumpang. Dia menuturkan bahwa selain memperlama waktu perjalanan, kondisi jalan juga membuka celah kerusakan pada onderdil-onderdil mobilnya. 

"Kendaraan jalannya terpaksa harus merayap. Perjalanan yang biasanya ditempuh sekitar 45 menit, bisa jadi 2 jam di sini. Jika kami tak merayap dan tak hati-hati, ya onderdil mobil kami taruhannya. Sedangkan untuk kendaraan roda empat terutama angkutan penumpang, jarang sekali terjadi pembegalan di jalan ini” imbuhnya.

Seharusnya bila infrastruktur jalan mulus, maka pertanian, pendidikan dan ekonomi maju. Bagaimana Pak Penjabat Bupati Lamteng dan Gubernur Lampung?

PENULIS: AGUS SUHERLAN
EDITOR: RICKY TAMBA

Jumat, 11 September 2015

Bibit Ikan Harus Tahan Penyakit

Mentri Kelautan dan Perikanan,  Susi Pudjiastuti
JAKARTA, TEGARNEWS.com - Permasalahan bibit merupakan salah satu masalah paling utama perikanan Indonesia. Oleh karena itu, penambahan kualitas harus segera didorong untuk mewujudkan perikanan yang berdaya saing.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berpesan pada pegawainya dibagian riset serta pengembangan (litbang) supaya lakukan riset yang mengarah pada produktivitas serta menyentuh segera susunan orang-orang.

"Jaringan kultur untuk bibit baik mesti diupayakan selekasnya. Tiap-tiap th. mesti ada penambahan bibit, tidak bisa lagi research yang tidak merasa, " kata dia waktu melantik petinggi eselon II, di Jakarta, Jumat (11/9) 

Persyaratan bibit, lanjut Susi bibit tersebut harus tahan pada penyakit. " Kita kalah pertandingan negara tetangga, karena jaringan kultur mereka semakin bagus hingga dapat produksi bibit tahan penyakit serta tak perlu pakan banyak. Itu mesti jadi unsur paling utama dari arahan research bibit kita, " tuturnya.

Di kesempatan itu, dia juga menjelaskan beberapa petinggi mempunyai paradigma juga sebagai service orang-orang (public service). Dengan keadaan sekarang ini, orang-orang dapat memonitor pekerjaan pemerintah. Oleh karena itu, dia mengharapkan beberapa petinggi lakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

" Kita tidak bisa agenda tersembunyi serta pikiran lakukan semau kita. Kita bekerja untuk sebanyak mungkin stakeholder terutama serta masyaakat biasanya, " tandasnya.

EDITOR: SB BUDI W

Kamis, 10 September 2015

Kuasai Indonesia Sebelum Ekspansi

Eksekusi skema O2O dengan lebih matang, menyediakan aplikasi mobile, menargetkan ekspansi ke pasar regional.  Oleh: Michael Erlangga
JAKARTA,TEGARNEWS.com -Tak muluk-muluk, MatahariMall menargetkan pasar realistis yang sebenarnya memiliki tantangan yang justru lebih besar yakni seantero Indonesia. Namun bukan berarti pihaknya lekas puas, Emirsyah Satar tidak menutup kemungkinan akan go global.

“Kami harus realistis bahwa pasar Indonesia memang sulit dipenuhi. Setelahnya nanti kami jelas akan menyasar pasar regional, bahkan global. Tapi yang bisa saya sampaikan sekarang ialah kami akan fokus di Indonesia terlebih dahulu,” ucapnya.

Guna mendukung gagasan tersebut, MatahariMall selaku pionir konsep O2O(online to offline) akan mendistribusikan fasilitas eLocker yang tersebar di beberapa lokasi untuk mengambil barang yang telah dipesan di MatahariMall. Skema ini terjalin atas kerjasama MatahariMall dan Popboxyang nantinya akan mengambil tempat di gerai-gerai Matahari seluruh Indonesia. Banyaknya eLocker yang tersedia akan disesuaikan oleh besarnya sebuah gerai Matahari.

EDITOR: SB BUDI W


Minggu, 06 September 2015

Rupiah Bisa Gempur Dolar "BI Optimis"

Add caption
JAKARTA,TEGARNEWS.com Kepala Divisi Departemen Valas BI Rahmatullah Sjamsudin mengatakan, meski level rupiah saat ini sudah menembus angka Rp 14.000-an, kondisi ekonomi saat ini berbeda dengan 1998. Saat ini, pelemahan mata uang terjadi di semua negara, akibat rencana kebijakan bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed) yang akan menaikkan tingkat suku bunganya secara gradual.
Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan segera membaik. Keyakinan serupa juga dialami oleh negara lain yang sama-sama nilai mata uangnya melemah. Kondisi saat ini berbeda dengan krisis 1998 dan BI juga memiliki strategi agar rupiah tidak makin melemah dan melainkan mencari titik keseimbangan.Dampak
 dari rencana tersebut, tercatat membuat beberapa mata uang negara berjatuhan. Mata uang Australia -14%, New Zealand -18%, Norwegia -9%, Brazil -29%, Turki -21%, Malaysia -18%, dan Indonesia -12%.
“Walaupun levelnya (rupiah) sama, tapi ini cerita yang berbeda. Karena rencana The Fed membuat dolar ‘pulang kampung’. Akibatnya semua mata uang melemah terhadap dolar AS. Tapi, kalau sejarah bisa terulang kembali, setelah The Fed sudah menaikkan suku bunganya maka pelemahan ini bisa mereda,” katanya dalam workshop BI dengan topik Pengaruh Perkembangan Pasar Keuangan Global Terhadap Nilai Tukar Rupiah di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/9).
Rahmatullah mengatakan, setidaknya ada beberapa indikasi yang dapat mendukung keyakinan bahwa rupiah akan membaik, setidaknya berbeda dari kondisi 1998 yang tembus Rp 16.950 per dolar AS.
Dari indikator makro misalnya imbal hasil (yield) yang ditawarkan Indonesia masih menarik ditambah fundamental ekonomi yang masih bagus, defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit) dari 2,05% terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi -2,16%, cadangan devisa meningkat dari US$ 23,76 miliar menjadi US$ 107,55 miliar, utang eksternal dapat terkendali dari 126,69% per kapita menjadi 34,42% per kapita, perubahan kurs rupiah dari -48% menjadi -13,4%.
Sementara indikator perbankan nampak dari rasio kecukupan modal (CAR) dari -15,70% menjadi 20,1%, rasio kredit bermasalah (NPL) dari 48,60% menjadi 2,56%, suku bunga deposito 1 bulan dari 41,42% menjadi 7,76%.
“Dari sisi pemerintah didukung oleh sistem pemerintahan yang lebih demokratis, besarnya potensi melalui perkembangan infrastruktur, pendalaman pasar keuangan, transaksi hedging yang sudah mulai efektif,” tambah dia.
Dari indikator tersebut, maka dia meyakini level psikologis rupiah itu hanya merupakan suatu kekhawatiran. Pasalnya, The Fed diprediksi tidak akan menaikkan suku bunganya terlalu tinggi, mengingat ekonomi Tiongkok dan Eropa.
Meski yakin kondisi sekarang tak lebih parah dari 1998, namun BI kata Rahmatullah, memiliki strategi agar rupiah tidak makin melemah, melainkan mencari titik keseimbangan. Namun, penyelesaian tersebut dilakukan BI dengan tidak terlalu keras guna menghindari kegaduhan di pasar dan membuat kepanikan para pelaku usaha.

EDITOR: SB BUDI W
SUMBER: MONETER. CO

Jumat, 04 September 2015

Tiga Tahun Mendatang Indonesia Masih Berjibaku Membangun Ekosistem

Pemain e-commerce Indonesia mendiskusikan masa depan e-commerce Indonesia
Dengan penetrasi internet yang diprediksi terus meningkat, peluang industri e-commerce untuk tumbuh pun rasanya masih terbuka lebar. Di tahun 2016 ini, nilai pasar e-commerce di Indonesia juga diprediksikan akan naik tiga kali lipat menjadi 25 miliar Dollar (295 triliun Rupiah). Dengan pesatnya pertumbuhan tersebut, tak sedikit yang mempertanyakan sejauh mana industri e-commerce Indonesia dapat berkembang.
Dalam forum diskusi yang diadakan MarkPlus, beberapa pemain e-commerce tanah air mencoba menjawab pertanyaan tersebut.
CEO QuezMedia Jose Vasquez dalam tulisannya di Huffington Post menyebutkan bahwa masa depan e-commerce akan mengerucut menjadi sosial. Meskipun demikian, tak tepat rasanya jika prediksinya diterapkan untuk industri e-commerce Indonesia. Kondisnya masih belum jauh dari garis start. Lalu akan seperti apa lanskap e-commerce di Indonesia, setidaknya untuk tiga hingga lima tahun mendatang?

Berjibaku dengan pembentukan ekosistem

Tak jauh berbeda dengan pendapat sebelumnya, Vice President Marketing Elevenia Madeleine Ong De Guzman, yang akrab dipanggil Mads, menyebutkan bahwa dalam tiga tahun ke depan industri e-commerce masih akan berjibaku dalam membentuk ekosistem. Investasi akan banyak keluar dalam tiga tahun tersebut untuk membentuk ekosistemnya. Baru dua tahun setelahnya proses untuk memperkuat ekosistem tersebut akan dijalani.
Mads mengatakan, “Dalam tiga tahun ke depan akan menjadi tahun pembentukan ekosistem. Setiap pihak terkait akan banyak mengeluarkan dana investasi dalam satu atau dua cara. Investasi akan digunakan untuk edukasi orang-orang, untuk membentuk kepercayaan terhadapbrand. Kami ingin menjadi besar dan orang ingat dengan kami. Dua tahun setelahnya, akan menjadi tahun di mana proses memperkuat ekosistem itu dijalani.”
Hal serupa juga disampaikan oleh Head of Communication Bukalapak Yusi H. Obon yang menyebutkan bahwa pembentukan ekosistem akan menjadi fokus para pemain e-commerceIndonesia. Senada dengan Mads, Yusi juga menyoroti mengenai trust dan edukasi terhadap pasar. Menurut Yusi, salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk edukasi dan membentuk trust pasar adalah dengan berkolaborasi  untuk mengadakan kampanye-kampanye, seperti Pesta Diskon Online dan Lebaran Belanja Online misalnya.
“Ekosistemnya dulu dibentuk, misalnya dengan mengajak elemen-elemen yang terlibat seperti UKM untuk mulai online. Baru setelahnya mau di tarik uang (pajak) dari kami berapapun kami tidak keberatan,” ujarnya.

Berorientasi pada data dan teknologi

Salah satu segmen dalam industri e-commerce yang beberapa tahun belakangan juga mengalami peningkatan adalah segmen travel. Salah satu pemainnya, EzyTravel, mencatat ada pertumbuhan transaksi hingga 200 persen dari Januari dan Mei 2015. Sementara di bulan Juni, selama Ramadhan dan lebaran, EzyTravel mengalami kenaikan transaksi hingga 500 persen.
Menghadapi peningkatan yang cukup fantastis tersebut, pihak EzyTravel juga memiliki strateginya sendiri. Menurut CTO EzyTravel Doddy Lukito, pihaknya akan fokus pada teknologi dan data. Doddy juga mengungkapkan bahwa data dan teknologi akan menjadi fokus penting yang menjadi perhatian pemain e-commerce setelah ekosistem dan trust terbentuk.
Doddy mengatakan, “Di sisi teknologi, kita sekarang sudah bisa diakses dari berbagai device. Rencananya dalam waktu dekat ini kita juga akan meluncurkan mobile app. Sedangkan data, sejak pertengahan tahun lalu, kita sudah ada divisi khusus untuk menganalisa data tersebut dan itu ternyata terbukti menjadi sangat penting karena banyak keputusan yang kita ambil berdasarkan data-data yang kita kumpulkan itu.”
Inovasi memang merupakan harga mati bagi setiap bisnis tak terkecuali e-commerce. Dalam kasus fleksibilitas mengambil keputusan, jumlah data yang besar dan bisa dimanfaatkan secara efisienakan memiliki peran yang tak kalah penting dalam menentukan langkah selanjutnya dari industrie-commerce itu sendiri, misalnya program retensi.

Bertahan dari pertumbuhan ekonomi yang melambat

Indonesia saat ini sebenarnya sedang mengalami laju pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam lima tahun terakhir. Buktinya nilai Dollar kian menguat. Namun, hal tersebut rasanya tak dapat dilihat pada laju pertumbuhan industri e-commerce Indonesia yang kian pesat.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini. Faktor pertama yaitu penetrasi internet itu sendiri di Indonesia yang angkanya terus meningkat. Faktor kedua adalah pengetahuan ekonomi bisnis dari pemain e-commerce di Indonesia.
Menurut pemberitaan The Jakarta Globe, jumlah investasi yang mengalir ke pemain e-commercepemula di Indonesia tidak sejalan dengan laju perputaran roda ekonomi secara umum yang sedang berada di kondisi paling lambat. Hal ini tak lepas dari faktor basis pengguna Internet di Indonesia yang terus berkembang, setidaknya itu lah yang diungkapkan oleh Gary Khoeng dari Convergence Ventures.
Menurut data McKinsey yang dikutip The Jakarta Globe, masyarakat kelas menengah Indonesia diperkirakan akan mencapai 90 juta di tahun 2030. Hal ini menegaskan target pasar yang dibidik oleh salah satu pemain e-commerce Indonesia yakni HijUp.
Sementara menurut Managing Director Tiket Gaery Undarsa, sejatinya perlambatan ekonomi ini sedikit banyak dapat berpengaruh terhadap industri e-commerce. Namun, Gaery optimis bahwa pemain e-commerce dapat bertahan, khususnya, ia yakin Tiket bisa tetap berjalan jika terjadi sesuatu pada perekonomian.
Gaery mengatakan, “Dua tahun lalu, industri ini cepat tumbuh dan sekarang justru melambat. Tapi, kita tidak kaget karena kita sudah pelajari ini sebelumnya. […] Kuncinya kita juga pelajari industri mikro, karena perubahan yang terjadi di sana itu juga akan berpengaruh ke kita.”
“Sekarang kasarnya gini, kalau terjadi krisis ekonomi lagi seperti yang sudah-sudah, kita yakin bisa bertahan. […] Mau bagaimanapun ini bisnis, kita harus pelajari fundamentalnya, jangan mimpi berlebihan. There’s nothing magical about e-commerce, this is pure business,” tutup Gaery.

OLEH : AJI PRIAMBADA
EDITOR : SB BUDI W

Selasa, 01 September 2015

Go-Jek, Cepat dan Nyaman!

Saprudin, Go-Jek,
Di depan PN Jakarta Pusat, Jalan Gajahmada

JAKARTA, TEGARNEWS.com - Jangan bayangkan sebuah kondisi dingin sejuk ber-AC, apalagi posisi duduk yang empuk, saat membaca judul di di atas.

Ya, Go-Jek mewakili 2 kata cepat dan nyaman tersebut. Cepat karena pelayanan jemput ke asal alamat pemesanan serta antar tak kenal macet menerobos kepadatan lalulintas Ibu Kota Jakarta sampai ke tujuan, entah kantor, pasar atau bahkan menjemput anak di sekolah. Kenapa nyaman? Jelas penumpang merasa terlindungi dengan keramahan pengemudi Go-Jek serta tatacara berkendara yang tak neka-neko atau membalap gaspol ala Valentino Rossi.

"Kami ikut kursus dan ditraining sebelum resmi bawa Go-Jek, Pak. Motor dari kami, dan harus punya SIM (surat izin mengendarai, Red) serta patuh pada tatacara yang diberikan manajemen. Lima sampai sepuluh menit harus sampai jemput pemesan, saat kosong tak boleh ambil penumpang bila ada pangkalan ojek setempat," ujar Saprudin, pengemudi Go-Jek yang penulis tumpangi dari areal Kebon Jeruk dekat RCTI, Jakarta Barat menuju Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Jalan Gajahmada, Rabu (2/9/2015).

Pengemudi tua tersebut menuturkan bahwa dia sudah sekitar 3 bulan ini bergabung di Go-Jek, mendapatkan fasilitas jaket pengemudi dan 2 helm berlogo resmi perusahaan, serta sebuah gadget Android beraplikasi khusus untuk menerima order, menghubungi calon penumpang dan melapor saat telah selesai dropping ke lokasi tujuan.

"Gak boleh aneh-aneh, penumpang bisa ajukan komplain melalui aplikasi. Sudah ada beberapa yang kena pecat. Jaket, helm dan hapenya diambil. Sekarang sedang promo antar ke lokasi tujuan dengan jarak tertentu hanya Rp.10 ribu sampai tanggal 24 besok," obrolnya sambil mengendarai motor, dengan saya duduk di belakangnya.

Sepanjang perjalanan, banyak kami temui pengemudi Go-Jek, baik yang sedang mengantar penumpang, mau menjemput atau berkumpul sesama yang ditandai dengan jaket hijau hitamnya yang mulai mewarnai jalanan Jabodetabek.

"Alhamdulillah sampai dengan selamat, Pak. Saya lapor dulu ya," tutur Saprudin lagi, sambil menunjukkan aplikasi Go-Jek di gadget mungil putih susu.

Segera saya membayar Rp.20 ribu. Yang 10 untuk tarif resmi promosi, yang 10 untuk tambahan alias tips atas kecepatan dan kenyamanan yang diberikan oleh Go-Jek melalui Pak Saprudin pagi ini, hanya sekitar 30 menit saja.

Semoga pemerintah memproteksi kalian dari serbuan asing yang juga mulai merambah bidang yang sama. Urusan perut masalah sensitif, seharusnya pemerintah mendukung karya usaha anak negeri, bila belum mampu menyediakan lapangan kerja sesuai janji. Terima kasih atas usaha kalian mengangkat derajat rakyat, wahai anak-anak muda pemikir dan manajemen Go-Jek, mohon maaf bila ada penulisan merek yang kurang tepat. Maju terus Go-Jek!

PENULIS: RICKY TAMBA

AEPI: Ekonomi Imperialisme Bikin Rakyat Sesak Nafas

Deklarasi AEPI,
8 Februari 2010 di Jakarta

JAKARTA, TEGARNEWS.com - "Pajak dan cukai tinggi, pungutan merajalela, bunga dan utang tinggi, subsidi dicabut, rakyat sesak nafas," demikian rilis Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) yang diterima Tegar News melalui pesan BlackBerry Messenger, Selasa (1/9/2015).

Kondisi ekonomi-politik yang demikian menimpa Indonesia saat ini. AEPI mengutip pendapat Prof. Sri Edi Swasono yang menyatakan sebagai dampak dari teori ekonomi kuno yang biadab yakni "Imperialism Economics". Dalam ekonomi imperialisme disebutkan bahwa "The King can do no wrong. Monsterous Carpediemism."

Menyikapi kondisi demikian, AEPI akan mengadakan bincang-bincang dan konferensi pers untuk merespon berbagai kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK. Rencananya, kegiatan tersebut akan digelar pada hari Rabu (2/9/2015) pukul 12 WIB, bertempat di Warung Komando Tebet, Jakarta Selatan.

Beberapa narasumber kunci akan hadir, antara lain Fuad Bawazier ‎(ekonom ahli kebijakan fiskal, mantan Menkeu), Ichsanuddin Noorsy (pengamat ekonomi politik)‎, Dani Setiawan (Koalisi Anti Utang), Salamuddin Daeng (ekonom AEPI), Effendi Simbolon (anggota Komisi I DPR RI).

Acara terbuka untuk umum yang hendak berdiskusi, dan juga bagi media massa yang hendak meliput.

PENULIS: RICKY TAMBA

Senin, 31 Agustus 2015

Pedagang Menjadi Sarana Pungli !!!


BOGOR,TEGARNEWS.com - Pedagang kecil,menengah dan pedagang kaki lima adalah sebuah gerakan ekonomi kerakyatan yang tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat Indonesia pada umumnya dan kota Bogor pada khususnya,oleh karena itu seharusnya pemerintah pusat maupun pemerintah daerah membina dan mengayomi serta melindungi keberadaan mereka. Menurut Ricky Mahdi S.Kom yang juga sebagai Tokoh Pemuda Bogor, Bicara tentang pedagang banyak sekali yang dalam prakteknya pedagang selalu menjadi sarana pemerasan, pungli dari pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan lembaga maupun oknum - oknum aparat penegak hukum.

Karena itulah Ikatan Paguyuban Pedagang dalam Proses kelahirannya hadir dari sebuah pemikirian cerdas dari kaum pedagang kecil yang terkadang tak diperhitungkan dan kehadirannya diharapkan mewarnai sebuah gerakan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu pondasi dalam pembangunan nasional dan pembangunan kota bogor imbuh Ricky Mahdi S.Kom yang juga sebagai Ketua Umum IPP.

IPP sangat concernt memperjuangkan gerakan ekonomi secara konfrehensive, progresive dan terstruktur dalam membela masyarakat dunia usaha kecil yaitu pedagang dari segala bentuk-bentuk Diskriminasi dan ketidak adilan sebagai bagian dari warga masyarakat yang dilindungi oleh undang-undang dasar dan hak azasi manusia.dan sebagai ketua umum IPP Ricky Mahdi S.Kom mengapresiasi kebijakan pemerintah kota Bogor yang di Pimpin DR.Bima Arya tentang pemberdayaan UMKM di kota Bogor dan diharapkan kedepan juga memberdayakan pasar-pasar tradisional sebagai salah satu kekuatan ekonomi kota Bogor dengan jalan menjaga estetika kota dan pemberdayaan UMKM dengan lebih ditata dengan dilihat kesejarahan pasar-pasar yang ada di kota Bogor.

Ketika di tanyakan oleh Penulis ada berapa anggota Ikatan Paguyuban Pasar - IPP dan Ricky Mahdi S.Kom yang terhimpun menjadi anggota IPP adalah 3000 pedagang sekota Bogor oleh karena itu Ricky menambahkan kami masih mengajak kawan-kawan pedagang yang lain utk bergabung bersama-sama membangun kota Bogor dan pembangunan nasional karena pedagang adalah salah satu asset yang perlu dibina dan dilindungi keberadaannya dan ditata dalam kebijakan pemerintah daerah kota Bogor. (01/09/2015)

EDITOR : SB BUDI W
SUMBER : KHD

Sabtu, 29 Agustus 2015

Salamuddin Daeng: Di Pelindo II, Siapa Gesit Dia Dapat!

Salamuddin Daeng,
AEPI Jakarta (geoenergi.co.id)


JAKARTA, TEGARNEWS.com - Pelindo II merupakan salah satu perusahaan milik negara yang kinclong.

Perusahaan yang mengelola sedikitnya 16 anak perusahaan dengan tiga perusahaan dalam tiga bisnis inti, menjadikan perusahaan ini sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional. 

Ada duit banyak di Pelindo II. Siapa gesit dia dapat!” Hal ini disampaikan oleh Salamuddin Daeng dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) di Jakarta, Minggu (30/8/2015).

“Perusahaan ini merupakan perusahaan BUMN yang dapat duit banyak, di tengah kejatuhan ekonomi sekarang ini. Perusahaan tumbuh pesat sepanjang tahun 2012 hingga tahun 2015,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada April 2014 Perusahaan mengakui mendapatkan pinjaman senilai USD 1,2 miliar dari bank asing, yaitu Deutsche Bank, ANZ, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Mizuho Bank, Societe Generale dan Inggris Bank di luar negeri. Perusahaan juga mendapat USD 1,3 miliar dari usaha patungan dengan perusahaan Jepang Mitsui & Co Ltd. Dana USD 2,5 miliar yang digunakan untuk membiayai pengembangan New Priok di Jakarta Utara.

“Selain itu perusahaan juga memiliki kinerja keuangan yang cukup bagus. Pelindo II, mengantongi Rp 2 triliun laba bersih tahun 2013,” ujarnya.

Saat ini Pelindo II diobrak-abrik, ada dugaan terjadi korupsi, semua penegak hukum masuk memeriksa Pelindo II.

“Kata Presiden Jokowi jangan jadikan tersangka sebagai ATM. Tapi Pak Jokowi, yang ini bukan sekedar ATM tapi gudang uang. Siapa gesit dia dapat!” ujarnya.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso Jumat (28/8/2015) siang melakukan penggeledahan Kantor Pusat PT Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino kepada wartawan membantah anggapan Bareskrim yang menyebut penggeledahan dilakukan atas dasar dugaan korupsi pengadaan 10 unit mobile crane atau alat angkut berat yang dilakukan Pelindo II. Kerugian tersebut ditaksir mencapai Rp 54 miliar. Pengadaan itu juga dinilai percuma karena mobile crane tersebut tidak digunakan oleh Pelabuhan Tanjung Priok. Lino menduga penggeledahan dilakukan atas laporan dari para pegawai PT Jakarta International Container Terminal (JICT) yang tidak suka dengannya.

"Ini pasti laporan dari JICT. Saya sudah biasa dipanggil. KPK dipanggil, kejaksaan dipanggil. Beresin pelabuhan saya bilang di negeri bikin baik susah. Bikin baik itu susah, emang gampang. Saya hormati hak teman-teman kepolisian kalau ada laporan. Jangan media menghukum orang yang benar, salah (itu)," kata Lino.

Kasus ini bermula saat polisi mendapat laporan adanya dugaan 10 mobile crane yang tidak berfungsi, sehingga memperlambat proses bongkar-muat barang. Diduga pengadaan mobile crane ini yang dilakukan oleh PT Pelindo II tidak sesuai dengan prosedur.

Dukungan Pekerja

Sementara itu, Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) ‎mengapresiasi langkah Bareskrim Polri dalam upaya penegakan hukum terkait kasus Pelindo II. Semua pihak diharap membantu kerja para penegak hukum.

Kuasa hukum SP JICT, Malik Bawazir‎ mendesak Polri untuk segera menyelesaikan kasus Pelindo II. Dengan demikian, kasus tersebut tidak mengganggu pelayanan bongkar muat di pelabuhan.

Malik menyatakan SP JICT mengecam sikap Dirut Pelindo II RJ Lino yang mengultimatum Presiden Jokowi untuk membereskan masalah terkait penggerebekan di Kantor PT Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Langkah itu dinilai tidak pantas dilakukan oleh pejabat publik.

"SP JICT prihatin Lino bisa mengancam Presiden. Lino hanya Direktur BUMN dan tidak sepantasnya dia berkata hal demikian dengan alasan apa pun," tambah Malik.

Dia berharap pemerintah dan jajaran kepolisian dapat menuntaskan masalah kisruh perpanjangan konsesi yang melanggar undang-undang dan melibatkan perusahaan asing Hutchison Port Holdings.

PENULIS: RICKY TAMBA

Senin, 17 Agustus 2015

Industri Kreatif Menjadi Andalan Ekonomi


TEGARNEWS - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Temu Kreatif Nasional yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Serpong, Banten, Selasa (4/8) pagi. Turut mendampingi Presiden, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Temu Kreatif Nasional ini menjadi ajang berdialog antara Presiden dan komunitas kreatif di tengah permasalahan yang dihadapi industri kreatif Indonesia. Temu Kreatif Nasional ini juga bertujuan membuka jalur dialog informal pelaku ekonomi kreatif dengan Presiden dan Badan Ekonomi Kreatif.

Dalam dialognya, Presiden menyebutkan apresiasi yang besar terhadap industri kreatif. “Pemerintah sangat berkomitmen untuk memberikan anggaran. Dengan dukungan ini, industri kreatif diharapkan dapat take-off dengan baik dan semua mendapat manfaat," kata Presiden Jokowi di kutip dari koran Kompas.

Saat diminta menuliskan pesan dalam Temu Kreatif Nasional itu, Presiden Jokowi menulis, “Era Ekonomi Kreatif harus menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.”

Potensi besar industri kreatif dapat membawa kemajuan pada ekonomi bangsa namun dalam pelaksanaannya masih banyak para pemain industri kreatif merasa kurang mendapatkan dukungan. Inilah saatnya suara-suara dari mereka disalurkan. "Dialog menjadi kunci penting agar pokok permasalahan (yang dihadapi pelaku industri kreatif) bisa dicarikan solusi tepat," kata Triawan.

Badan Ekonomi Kreatif mengundang 6 (enam) perwakilan dari 6 (enam) sub-ekonomi kreatif yang memiliki rekam jejak panjang di industri dan memiliki rekam prestasi yang baik dalam sektor yang digeluti. Mereka adalah Lucky Kuswandi (film), Nadiem Makarim (aplikasi), Yovie Widiyanto (musik), Ratna Riantiarno (seni pertunjukan), Dewi Lestari (penerbitan), dan Singgih Kartono (desain produk).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga meresmikan Indonesia Convention Exhibition (ICE) yang berdiri di atas lahan seluas 22 hektar. ICE memiliki 10 exhibition hall dengan luas bangunan 50.000 meter persegi, aula eksebisi luar ruang seluas 50.000 meter persegi, fasilitas aula konvensi, dan ruang pertemuan sebanyak 33 unit dengan kapasitas 10.000 orang. ICE merupakan pusat konvensi dan eksebisi skala internasional yang dikembangkan bersama oleh Sinarmas Land Group, dan Kompas Gramedia melalui perusahaan patungan (joint venture) yaitu PT Indonesia International Expo (IIE). Dengan lahan dan bangunan yang begitu luas, ICE BSD City menjadi gedung konvensi dan eksebisi terbesar di Asia Tenggara.(18/08/2015).

SUMBER : ICE
Foto: setkab.go.id

Sabtu, 15 Agustus 2015

Perkuat Infrastruktur Bersama RI - China

Penandatanganan Kerja Sama RI -  China

TEGARNEWS - Pemerintah RI Sampai saat ini masih terus berupaya dalam meningkatkan kekuatan Infrastuktur nagara, hal tersebut tentunya bertujuan demi kesejahteraan rakyat dan kemajuan Bangi Indonesia kita tercinta ini.

Tepat Pada 29 Juni 2015 Bulan Lalu, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) telah resmi didirikan. China dan Indonesia adalah dua dari 57 negara yang mendirikan AIIB. Bank ini disebut-sebut bakal menjadi saingan Bank Dunia yang ada.

Dalam siaran pers Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang berhasil kami dikutip, Senin (13/7/2015), ide pembentukan ini berawal dari pertemuan tingkat pemimpin Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) di Bali pada 2 Oktober 2013. Latar belakangnya, diperlukan bank pembangunan multilateral untuk mendukung pembiayaan proyek infrastruktur di Asia.

Acara Peresmian AIIB pada 29 Juni 2015 lalu, ditandai dengan penandatanganan Article of Agreement (AoA) oleh masing-masing perwakilan pemerintah. Indonesia diwakili oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

Modal yang ditanamkan Indonesia dalam AIIB adalah sebesar US$ 672,1 juta atau setara dengan Rp 8,7 triliun yang dibayarkan dalam lima tahun. Indonesia menempati urutan pemodal terbesar ke-8 pada AIIB.

Berdasarkan Tujuan dari Rencananya, permodalan AIIB berjumlah US$ 100 miliar atau setara Rp 1.300 triliun dengan sistem setor tunai (paid in capital) sebesar 20%. Bank ini diharapkan dapat memasuki entry info force pada Desember 2015 dan mulai beroperasi di 2016 nanti.(16/08/2015).

M. Tohir
Sb Budi w 

 
Copyright © 2014 iso 9001 Certification. Designed by OddThemes